STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG
Jurnal Ilmiah PamenangJurnal Ilmiah PamenangHipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahun, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 milyar orang terkena hipertensi dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi terbanyak yang dijumpai pada lansia. Keluhan yang dirasakan oleh penderita biasanya pusing, sakit kepala, dan kelelahan. Terdapat dua jenis penatalaksanaan hipertensi yaitu secara farmakologi dan non farmakologi. Banyak macam terapi non farmakologi yang dapat diterapkan untuk mengurangi gejala hipertensi salah satunya pijat refleksi. Tujuan literature review ini adalah untuk mengkaji lebih dalam publikasi hasil penelitian yang berkaitan dengan terapi pijat refleksi untuk mengatasi keluhan gangguan rasa nyaman pada lansia penderita hipertensi sehingga terjadi penurunan tekanan darah. Metode penulisan studi literatur review ini adalah merujuk artikel publikasi pada jurnal nasional dengan topik terkait potensi pijat refleksi sebagai terapi komplementer terhadap pengurangan tekanan darah dan peningkatan rasa nyaman pada penderita hipertensi. Hasil penelusuran artikel publikasi yang terkait secara keseluruhan menyatakan bahwa pijat refleksi mampu mengurangi keluhan tidak nyaman sehingga terjadi penuruna tekanan darah. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pijat refleksi adalah terapi komplementer terhadap pengurangan gangguan rasa nyaman dan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Pijat refleksi adalah terapi komplementer yang efektif dalam mengurangi gangguan rasa nyaman dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi non farmakologi seperti pijat refleksi dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan mengurangi ketergantungan pada obat.Pijat refleksi berpotensi menjadi metode terapeutik yang aman dan efisien untuk manajemen hipertensi, terutama pada lansia.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efek jangka panjang terapi pijat refleksi pada pasien hipertensi, terutama dalam mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Kedua, studi perbandingan antara efektivitas pijat refleksi dengan metode non farmakologis lainnya, seperti yoga atau meditasi, dapat memberikan wawasan tentang pendekatan terbaik dalam manajemen hipertensi. Ketiga, penelitian lebih mendalam tentang mekanisme fisiologis pijat refleksi dalam menurunkan tekanan darah, termasuk pengaruhnya terhadap sistem saraf otonom dan respons stres, dapat memperkuat dasar ilmiah untuk penerapan terapi ini secara lebih luas.
| File size | 282.43 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Pengendalian dengan non- farmakologi salah satunya dengan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung kalium contohnya semangka, tomat dan pepaya. PenelitianPengendalian dengan non- farmakologi salah satunya dengan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung kalium contohnya semangka, tomat dan pepaya. Penelitian
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Metode: penelitian ini dilakukan dengan design cross-sectional yang melibatkan 30 pasien CAD, 30 pasien SCF dan 30 pasien subjek sehat dari Desember 2017-FebruariMetode: penelitian ini dilakukan dengan design cross-sectional yang melibatkan 30 pasien CAD, 30 pasien SCF dan 30 pasien subjek sehat dari Desember 2017-Februari
HTPHTP Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari total penduduk yang berusia >18 tahun. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah diantaranyaPrevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari total penduduk yang berusia >18 tahun. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah diantaranya
UDSUDS Hasil menunjukkan bahwa pemberian terapi keperawatan komplementer bekam (rata-rata) dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderitaHasil menunjukkan bahwa pemberian terapi keperawatan komplementer bekam (rata-rata) dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita
UNIVMEDUNIVMED Uji Chi kuadrat, uji eksak Fisher, dan uji t independen digunakan untuk menganalisis data. Untuk menentukan prediktor independen dari PJK, rasio odds (OR)Uji Chi kuadrat, uji eksak Fisher, dan uji t independen digunakan untuk menganalisis data. Untuk menentukan prediktor independen dari PJK, rasio odds (OR)
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Metode penelitian Quasi Experiment dengan Pretest-Posttest Control Group. Teknik sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis dataMetode penelitian Quasi Experiment dengan Pretest-Posttest Control Group. Teknik sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis data
STIKESNHSTIKESNH Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan tekanan darah adalahHipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan tekanan darah adalah
UNIVMEDUNIVMED Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek FJA sebagai agen antihipertensi pada pasien hipertensi ringan hingga sedang. Metode: Penelitian eksperimentalPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek FJA sebagai agen antihipertensi pada pasien hipertensi ringan hingga sedang. Metode: Penelitian eksperimental
Useful /
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa anemia memengaruhi 40% hingga 50% ibu hamil, yang berarti lima dari sepuluh ibu hamil menderitaKementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa anemia memengaruhi 40% hingga 50% ibu hamil, yang berarti lima dari sepuluh ibu hamil menderita
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Pengobatan penyakit TB membutuhkan waktu yang lama menyebabkan sering terjadinya kondisi stress atau depresi, sehingga tidak jarang pasien dengan penyakitPengobatan penyakit TB membutuhkan waktu yang lama menyebabkan sering terjadinya kondisi stress atau depresi, sehingga tidak jarang pasien dengan penyakit
UNIVMEDUNIVMED Penyebab utama kematian dan tingginya tingkat keparahan morbilitas pada populasi lansia akibat infeksi COVID-19 dikarenakan berbagai faktor, termasuk penurunanPenyebab utama kematian dan tingginya tingkat keparahan morbilitas pada populasi lansia akibat infeksi COVID-19 dikarenakan berbagai faktor, termasuk penurunan
UNIVMEDUNIVMED Frekuensi sakit kepala terkait penggunaan PPE tinggi pada petugas kesehatan COVID-19. Level PPE merupakan faktor risiko terjadinya sakit kepala. StrategiFrekuensi sakit kepala terkait penggunaan PPE tinggi pada petugas kesehatan COVID-19. Level PPE merupakan faktor risiko terjadinya sakit kepala. Strategi