POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Journal of Midwifery Science: Basic and Applied ResearchJournal of Midwifery Science: Basic and Applied Research

Komplikasi kehamilan tetap menjadi penyebab utama kematian maternal, tetapi banyak yang dapat dicegah jika tanda bahaya dikenali lebih awal. Pengetahuan ibu adalah faktor kritis dalam upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik ibu hamil dan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Galur II, Kulon Progo. Populasi penelitian terdiri dari semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) dari Januari hingga Mei 2025 (n = 70). Sebanyak 41 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Desain penelitian korelasional cross-sectional diterapkan, dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan Fisher Exact Test. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara usia ibu (p = 0,005), paritas (p < 0,001), tingkat pendidikan (p < 0,001), dan sumber informasi (p = 0,008) dengan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. Kesimpulan menunjukkan bahwa usia, paritas, pendidikan, dan akses informasi adalah penentu kunci pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. Peningkatan pendidikan kesehatan ibu dan optimasi sumber informasi direkomendasikan untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi komplikasi kehamilan yang dapat dicegah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik ibu hamil, termasuk usia, paritas, tingkat pendidikan, dan sumber informasi, berhubungan signifikan dengan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan (p < 0,05).Mayoritas responden berusia 20–35 tahun, nulipara, berpendidikan SMA, dan memperoleh informasi dari media elektronik.Sebagian besar memiliki pengetahuan baik (75,6%), meskipun masih ada 19,5% dengan pengetahuan kurang.Analisis menunjukkan bahwa ibu usia produktif, berpendidikan tinggi, dan yang aktif mengakses media elektronik atau tenaga kesehatan memiliki pemahaman lebih baik.Edukasi kesehatan melalui media elektronik yang didukung tenaga kesehatan dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan.Penelitian lanjutan dengan desain lebih kuat dan cakupan sampel lebih luas diperlukan untuk memperkuat temuan ini dan mendukung upaya penurunan morbiditas serta mortalitas ibu.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih mendalam untuk memahami perubahan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan selama kehamilan. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman ibu hamil dalam mengidentifikasi dan merespons tanda bahaya. Studi komparatif juga dapat dilakukan untuk membandingkan pengetahuan ibu hamil di berbagai fasilitas kesehatan dan wilayah, serta menganalisis faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi pengetahuan mereka. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih komprehensif tentang strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan mengurangi risiko komplikasi.

  1. Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Pengetahuan Tentang Tanda Bahaya Pada Kehamilan Di Wilayah Kerja... doi.org/10.51933/health.v8i1.1030Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Pengetahuan Tentang Tanda Bahaya Pada Kehamilan Di Wilayah Kerja doi 10 51933 health v8i1 1030
  2. Determinants of knowledge of pregnancy danger signs in Indonesia | PLOS One. determinants knowledge pregnancy... doi.org/10.1371/journal.pone.0232550Determinants of knowledge of pregnancy danger signs in Indonesia PLOS One determinants knowledge pregnancy doi 10 1371 journal pone 0232550
Read online
File size284.86 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test