AKBIDHIPEKALONGANAKBIDHIPEKALONGAN

Jurnal Kebidanan Harapan Ibu PekalonganJurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Kasus kematian ibu bersalin di Kabupaten Pati dalam tiga tahun terakhir cenderung meningkat pada tahun 2009 sampai 2011, padahal di kabupaten Pati sudah terdapat 3 puskesmas PONED. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan puskesmas PONED di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, FGD dan observasi. Informan utama sejumlah 6 orang terdiri dari dokter, bidan dan perawat pelaksana PONED. Informan triangulasi sebanyak 21 orang terdiri dari kepala puskesmas, bidan desa, Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, serta ibu hamil dan atau ibu bersalin resiko tinggi yang dirawat di puskesmas PONED. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan dari aspek input, pelaksanaan PONED di puskesmas X terkendala oleh kurangnya komitment dari tenaga dokter untuk shit jaga, sedangkan di puskesmas Y dokter tidak percaya diri dalam menangani kasus kegawatan. Dari aspek proses, sosialisasi terhadap pelaksana PONED di puskesmas X belum dilaksanakan, sedangkan di puskesmas Y sudah dilaksanakan dengan baik. Dari segi output, jumlah kasus yang diterima di Puskesmas X lebih sedikit dibandingkan puskesmas Y yang baru aktif tiga bulan terakhir, dan response time di Puskesmas X kurang karena berkaitan dengan tidak adanya dokter selain shift pagi. Tidak ada kasus kematian dan kesakitan akibat penanganan di puskesmas PONED dalam waktu satu tahun terakhir. Disimpulkan bahwa permasalahan dalam pelaksanaan puskesmas PONED di puskesmas X adalah ketenagaan karena dokter tidak jaga shift selain pagi, tidak ada sosialisasi dan komunikasi dari kepala puskesmas kepada pelaksana PONED, sedangkan di puskesmas Y terkendala dokter tidak percaya diri dalam menangani kasus kegawatan.

Pelaksanaan PONED di puskesmas X terkendala oleh tidak bersedianya dokter untuk berjaga di luar jam kerja pagi, yang berdampak pada lambatnya respons terhadap pasien karena penanganan hanya berupa konsultasi sebelum dirujuk ke rumah sakit.Puskesmas Y mengalami kendala akibat kurangnya kepercayaan diri tim PONED dalam menangani kasus kegawatdaruratan.Secara umum, kedua puskesmas belum optimal dalam memberikan pelayanan PONED, sehingga perlu adanya evaluasi dan perbaikan sistem secara menyeluruh.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen dokter untuk berjaga di luar jam kerja di Puskesmas X, termasuk aspek motivasi, beban kerja, dan dukungan manajemen. Studi kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan dokter, kepala puskesmas, dan pemangku kebijakan terkait dapat menggali informasi yang lebih kaya. Selain itu, penelitian tentang efektivitas program pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kepercayaan diri tim PONED di Puskesmas Y juga sangat penting. Penelitian ini dapat menggunakan metode eksperimen semu untuk membandingkan kinerja tim PONED sebelum dan sesudah intervensi, serta menggali pengalaman dan persepsi mereka melalui focus group discussion. Terakhir, perlu diteliti juga tentang pengaruh karakteristik wilayah (geografis, sosial, ekonomi) terhadap akses dan pemanfaatan pelayanan PONED oleh masyarakat, yang bisa dilakukan dengan pendekatan mixed methods yang mengkombinasikan data kuantitatif dari rekam medis dengan data kualitatif dari wawancara dengan pasien dan keluarga.

  1. #rumah sakit#rumah sakit
  2. #teknik analisis data#teknik analisis data
Read online
File size62.83 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1NY
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test