POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Journal of Midwifery Science: Basic and Applied ResearchJournal of Midwifery Science: Basic and Applied Research

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak berada di bawah standar untuk usianya. Kondisi ini tetap menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat, terutama pada balita, karena memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas di masa depan. Pola asuh ibu dipandang sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi status gizi anak. Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6%, masih di atas standar WHO yang kurang dari 20%. Di Provinsi Jawa Tengah, prevalensi sedikit menurun dari 20,8% pada 2022 menjadi 20,7% pada 2023, namun belum mencapai target nasional sebesar 14%. Di Kabupaten Klaten, prevalensi tercatat 13,9%, sementara Desa Leses memiliki prevalensi tertinggi di wilayah Puskesmas Manisrenggo sebesar 23,1%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada anak berusia 24–59 bulan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain cross‑sectional. Sebanyak 55 ibu dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan 65,5% ibu memiliki pola asuh baik, 18,2% sedang, dan 16,4% kurang. Terdapat hubungan signifikan antara pola asuh ibu dan kejadian stunting (p = 0,002; r = –0,414), yang menunjukkan bahwa pola asuh yang lebih baik berhubungan dengan kejadian stunting yang lebih rendah.

Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara pola asuh ibu dan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan (p = 0,002), dengan 65,5% ibu menerapkan pola asuh baik dan prevalensi stunting di Desa Leses sebesar 25,5%.Analisis korelasi menunjukkan bahwa semakin baik pola asuh ibu, semakin rendah risiko stunting pada balita, menegaskan pentingnya edukasi pola asuh terkait pemberian makanan, stimulasi psikososial, dan pemanfaatan layanan kesehatan.Disarankan dilakukan intervensi berbasis keluarga serta dukungan tenaga kesehatan, dan penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas untuk memperkuat bukti dan mendukung program pencegahan stunting secara nasional.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi secara longitudinal apakah perubahan pola asuh ibu selama periode pertumbuhan balita berusia 0–24 bulan memengaruhi risiko stunting, sehingga dapat menegaskan hubungan kausal antara kedua variabel. Selanjutnya, studi komparatif dengan sampel multiregional yang melibatkan faktor sosio‑ekonomi, kondisi sanitasi, serta status gizi ibu selama kehamilan dapat memberikan model deterministik yang lebih komprehensif mengenai faktor‑faktor yang berkontribusi pada stunting. Selain itu, uji coba intervensi berbasis keluarga yang mengintegrasikan pelatihan edukasi pola asuh, pemberian makanan bergizi, dan pemantauan rutin layanan kesehatan dapat menilai efektivitas program tersebut dalam menurunkan prevalensi stunting di komunitas pedesaan. Penerapan pendekatan partisipatif dengan melibatkan kader posyandu serta keluarga dalam proses evaluasi dapat meningkatkan keberlanjutan program dan penerimaan masyarakat. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah, memperluas cakupan geografis, serta menyediakan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat untuk program pencegahan stunting nasional.

  1. Hubungan Pola Asuh Status Gizi Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita | SIMFISIS: Jurnal... doi.org/10.53801/sjki.v3i2.185Hubungan Pola Asuh Status Gizi Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita SIMFISIS Jurnal doi 10 53801 sjki v3i2 185
  2. Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Prevalensi Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Galesong Utara... ojs.unm.ac.id/sainsmat/article/view/60760Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Prevalensi Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Galesong Utara ojs unm ac sainsmat article view 60760
Read online
File size307.92 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test