THAMRINTHAMRIN

Anakes : Jurnal Ilmiah Analis KesehatanAnakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan

Peningkatan angka harapan hidup menyebabkan pertumbuhan populasi lansia yang signifikan. Salah satu tantangan yang dihadapi lansia adalah penurunan interaksi sosial, yang dapat dipicu oleh perasaan kesepian, frustrasi, serta anggapan bahwa kehadiran mereka tidak lagi diharapkan. Kondisi ini dapat menyebabkan lansia menarik diri dari lingkungan sosialnya, yang pada akhirnya memperburuk rasa kesepian mereka. Penurunan kualitas interaksi sosial ini terutama terlihat pada lansia yang tinggal di rumah pelayanan sosial lanjut usia, dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesepian lansia dengan interaksi sosial mereka, khususnya pada penghuni Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang dan Wening Wardoyo Ungaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 95 lansia. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kesepian menggunakan UCLA Loneliness Scale dan kuesioner interaksi sosial, dengan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Analisis data menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kesepian lansia dengan interaksi sosial, dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = -0,323, yang menunjukkan arah korelasi negatif dengan kekuatan korelasi lemah. Terdapat hubungan negatif antara tingkat kesepian lansia dan interaksi sosial, di mana semakin tinggi tingkat kesepian, semakin rendah interaksi sosial lansia. Hal ini mengindikasikan pentingnya dukungan sosial dan strategi intervensi untuk meningkatkan interaksi sosial guna mengurangi kesepian lansia.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara tingkat kesepian dan interaksi sosial pada lansia yang tinggal di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang dan Wening Wardoyo Ungaran.Semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan lansia, semakin rendah pula frekuensi dan kualitas interaksi sosial mereka.Meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah, hasil ini tetap menunjukkan bahwa kesepian merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan psikologis lansia.Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang terarah untuk mendorong partisipasi sosial lansia melalui dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan kebijakan layanan sosial yang inklusif.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak intervensi berbasis komunitas seperti program aktivitas sosial terstruktur untuk meningkatkan interaksi sosial lansia di panti. 2. Studi ini perlu dikembangkan dengan pendekatan longitudinal untuk memahami perubahan dinamika kesepian dan interaksi sosial seiring bertambahnya usia lansia. 3. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi peran teknologi seperti aplikasi komunikasi dalam mengurangi isolasi sosial lansia, terutama di tengah perkembangan digital saat ini.

  1. Faktor yang berhubungan dengan perilaku lansia dalam mengendalikan hipertensi | Masyudi | AcTion: Aceh... doi.org/10.30867/action.v3i1.100Faktor yang berhubungan dengan perilaku lansia dalam mengendalikan hipertensi Masyudi AcTion Aceh doi 10 30867 action v3i1 100
  2. KAJIAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI WILAYAH KOTA KUPANG PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR | Jurnal Pangan Gizi... pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/160KAJIAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI WILAYAH KOTA KUPANG PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Jurnal Pangan Gizi pergizipanganntt ejpazih index php filejurnal article view 160
Read online
File size196.86 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test