UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Anemia merupakan keadaan dimana jumlah kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah berada di bawah normal. Remaja putri berisiko mengalami anemia defisiensi zat besi. Menurut WHO, kadar hemoglobin normal wanita dengan usia di atas 15 tahun yakni >12,0 g/dl (>7,5 mmol). Edukasi pengetahuan gizi dapat meningkatkan pengetahuan gizi dan mencegah anemia pada remaja putri. Tahapan pengabdian ini mencakup: Survei sekolah yang akan diberikan edukasi, Pengumpulan data tentang permasalahan remaja yang ada di SMA 1 Kalukku, Konsultasi dan perizinan untuk memberikan edukasi dan deteksi dini melalui pemeriksaan Hb, Penyusunan materi, metode, dan alat yang digunakan untuk penyuluhan dan pemeriksaan, Pelaksanaan kegiatan penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah dan deteksi dini anemia serta Evaluasi pelaksanaann kegiatan penyuluhan dan deteksi dini. Evaluasi kegiatan PkM ini menggunakan lembar observasi. Hasil pemeriksaan kadar Hb remaja putri menunjukan dari 62 remaja putri sebanyak 38 (61.29%) tidak anemia, 18 (29.03%) anemia ringan dan sebanyak 6 (9.6%) anemia sedang. Hasil dari kuesioner memperlihatkan sebanyak 59,2% peserta memiliki pengetahuan kurang baik dan 40,8% memiliki pengetahuan baik dan setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri yakni 30.3% memiliki pengetahuan kurang dan 69.7% dengan pengetahuan baik. Setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri yakni dari 59.2% menjadi 30.3% dengan tingkat pengetahuan kurang. Selanjutnya dari 40,8% menjadi 69.7% untuk pengetahuan baik. Peningkatan pengetahuan pada remaja putri tentang anemia diharapkan dapat mencegah atau menurunkan angka kejadian anemia pada remaja putri di Kab. Mamuju.

Edukasi pencegahan anemia dan pemeriksaan Hb di SMA 1 Kalukku berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan tim pengabdi.Setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri yakni dari 59.Peningkatan pengetahuan pada remaja putri tentang anemia diharapkan dapat mencegah atau menurunkan angka kejadian anemia pada remaja putri di Kab.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri di Kab. Mamuju. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang efektivitas edukasi gizi dalam mencegah anemia pada remaja putri, dengan membandingkan kelompok yang menerima edukasi dengan kelompok kontrol. Selain itu, penelitian tentang hubungan antara perilaku makan remaja putri dengan kejadian anemia juga dapat menjadi arah studi yang menarik. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian anemia pada remaja putri dan strategi pencegahan yang efektif.

Read online
File size697.87 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test