RESEARCHHUBRESEARCHHUB

Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan IndonesiaJurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia

Anemia merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin atau jumlah sel darah merah dalam sirkulasi darah, yang berujung pada penurunan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Prevalensi anemia tergolong tinggi, terutama di negara-negara berkembang. Di Indonesia, terdapat peningkatan prevalensi anemia pada remaja berusia 15-24 tahun mencapai 13,6%. Di Bali, prevalensi anemia tercatat sebesar 21,9%, sementara Kabupaten Bangli berada di urutan kedua. Kintamani adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Bangli, dan SMP Negeri 1 Kintamani adalah salah satu sekolah menengah pertama di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi anemia di kalangan siswi SMP Negeri 1 Kintamani. Metode yang digunakan adalah penelitian cross-sectional dengan melibatkan 147 responden. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan menggunakan alat Easy Touch GCHb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia di kalangan siswi SMP Negeri 1 Kintamani mencapai 18,37%, dengan rincian anemia ringan sebesar 12,24% dan anemia sedang sebesar 6,12%. Mayoritas responden berusia 12 tahun.

Prevalensi kejadian anemia pada siswi SMP Negri 1 Kintamani sebesar 18,37%, dengan anemia ringan sebesar 12,24% dan anemia sedang sebesar 6,12%.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh status ekonomi keluarga terhadap akses siswi terhadap makanan bergizi. Studi yang membandingkan tingkat pengetahuan siswi tentang gejala dan pencegahan anemia berdasarkan kelas sosial juga layak dikembangkan. Selain itu, analisis terhadap efektivitas program kesehatan sekolah dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada siswi anemia perlu digali lebih dalam.

Read online
File size876.58 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test