UNSOEDUNSOED
JOS | Universitas Jenderal SoedirmanJOS | Universitas Jenderal SoedirmanThe Aglaia species, which contains triterpenoids, is the most numerous in the Meliaceae family. Aglaia foveolata (A. foveolata) is a type of plant that has many benefits, as medicinal ingredients. The potential of this plant is inseparable from the content of various bioactive compounds. This study aims to isolate, characterize the active compound from the twigs of A. foveolata and test its activity as an antibacterial. Three dammarane-type triterpenoids were isolated from the A. foveolata twigs which is, namely dammar-24-en-3β,20-diol (1), an epimeric mixture of shoreic and eichlerianic acid (2, 3). Their chemical structures were determined based on spectroscopic data using infrared, high-resolution mass spectrometry, and including one and two-dimensional NMR techniques, as well as through data comparison of the reported compound. Compound 1 was reported for the first time to be successfully isolated from this species. All these substances were tested for the first time for their antibacterial activity against two Gram-positive bacteria Staphylococcus aureus and Bacillus subtilis and two Gram-negative bacteria Escherichia coli and Pseudomonas aeruginosa, through this study. Compound 1 was inactive, the epimeric mixture of 2 and 3 showed moderate antibacterial activity with a minimum inhibitory concentration (MIC) value ranging from 31.7 to 126.6 ppm, particularly against S. aureus with a MIC value of 31.7 ppm.
The study successfully isolated three dammarane-type triterpenoids from the twigs of Aglaia foveolata, including dammar-24-en-3β,20-diol (1) and an epimeric mixture of shoreic and eichlerianic acid (2, 3).Compound 1 was isolated from this species for the first time.The epimeric mixture of compounds 2 and 3 exhibited moderate antibacterial activity, particularly against Staphylococcus aureus, with a minimum inhibitory concentration (MIC) of 31.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri dari senyawa 2 dan 3 terhadap berbagai jenis bakteri patogen lainnya, termasuk bakteri yang resisten terhadap antibiotik konvensional, guna mengeksplorasi potensi mereka sebagai agen antibakteri baru. Studi mendalam mengenai mekanisme aksi senyawa 2 dan 3 dalam menghambat pertumbuhan bakteri perlu dilakukan, misalnya dengan meneliti interaksi senyawa tersebut dengan target molekuler pada bakteri, seperti dinding sel atau protein esensial, untuk memahami cara kerja mereka secara lebih rinci. Pengembangan formulasi yang meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas senyawa 2 dan 3, seperti penggunaan nanopartikel atau sistem penghantaran obat lainnya, dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas antibakteri mereka dan memungkinkan aplikasi klinis yang lebih luas. Penelitian ini dapat diperluas dengan menguji aktivitas sinergis antara senyawa 2 dan 3 dengan antibiotik lain yang sudah ada, dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas pengobatan infeksi bakteri dan mengurangi risiko resistensi antibiotik.
- Home Page. home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies... Doi.OrgHome Page home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies Doi Org
- Antibiotics | An Open Access Journal from MDPI. antibiotics open access journal mdpi journals active... mdpi.com/journal/antibioticsAntibiotics An Open Access Journal from MDPI antibiotics open access journal mdpi journals active mdpi journal antibiotics
- DOI Name 10.22146 Values. name values home handbook factsheets faqs resources users members area index... doi.org/10.22146DOI Name 10 22146 Values name values home handbook factsheets faqs resources users members area index doi 10 22146
- Bot Verification. verification verifying robot doi.org/10.31788/RJCBot Verification verification verifying robot doi 10 31788 RJC
| File size | 369.93 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-IW |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STMIKISTMIKI Penguatan dukungan eksternal melalui program pendampingan, fasilitas yang memadai, dan kebijakan pro‑kewirausahaan diperlukan agar lulusan dapat mengelolaPenguatan dukungan eksternal melalui program pendampingan, fasilitas yang memadai, dan kebijakan pro‑kewirausahaan diperlukan agar lulusan dapat mengelola
BIOTROPBIOTROP Diameter rata-rata T. gratilla berkisar antara 37,59 mm hingga 44,16 mm antara Agustus dan Oktober 2023, serta 17,39 mm hingga 48,45 mm antara Mei danDiameter rata-rata T. gratilla berkisar antara 37,59 mm hingga 44,16 mm antara Agustus dan Oktober 2023, serta 17,39 mm hingga 48,45 mm antara Mei dan
UNAIUNAI Transisi ke kehidupan perguruan tinggi membawa banyak tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini menyelidiki peran dukunganTransisi ke kehidupan perguruan tinggi membawa banyak tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini menyelidiki peran dukungan
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Kegiatan dilaksanakan selama 3 minggu dengan tema dan media berbeda-beda. Hasil Melaui kegiatan yang telah dilakukan nampak antuasias masyarakat tehadapKegiatan dilaksanakan selama 3 minggu dengan tema dan media berbeda-beda. Hasil Melaui kegiatan yang telah dilakukan nampak antuasias masyarakat tehadap
INTELEKTUALINTELEKTUAL This study investigated the direct and indirect effects of learning styles, ethics education, and ethical climate on students ethical behavior. The samplesThis study investigated the direct and indirect effects of learning styles, ethics education, and ethical climate on students ethical behavior. The samples
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah library Research (kepustakaan) dengan mengambil sumber dari buku, jurnal dan literatur lainya yang mendukungMetode yang di gunakan pada penelitian ini adalah library Research (kepustakaan) dengan mengambil sumber dari buku, jurnal dan literatur lainya yang mendukung
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Hasil menunjukkan bahwa kelompok yang diberi IL-10 rekombinan memiliki kadar TNF-α serum yang signifikan lebih rendah (p < 0,05) dibandingkan kelompokHasil menunjukkan bahwa kelompok yang diberi IL-10 rekombinan memiliki kadar TNF-α serum yang signifikan lebih rendah (p < 0,05) dibandingkan kelompok
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Kesimpulan: Teh kombucha terbukti potensial menyembuhkan hiperurisemia pada tikus Wistar melalui mekanisme inhibisi xantin oksidase. Teh kombucha menurunkanKesimpulan: Teh kombucha terbukti potensial menyembuhkan hiperurisemia pada tikus Wistar melalui mekanisme inhibisi xantin oksidase. Teh kombucha menurunkan
Useful /
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Penyebab yang mungkin berkontribusi pada spondylolisthesis degeneratif adalah osteoartritis sendi facet dan ketidakcukupan stabilisasi otot. Sendi facetPenyebab yang mungkin berkontribusi pada spondylolisthesis degeneratif adalah osteoartritis sendi facet dan ketidakcukupan stabilisasi otot. Sendi facet
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan batik print malam dengan motif flora dan fauna, teknik pewarnaan dan peningkatan pemasaran hasil produksiKegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan batik print malam dengan motif flora dan fauna, teknik pewarnaan dan peningkatan pemasaran hasil produksi
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL gonorrhea, dan satu P. aeruginosa). Kultur urine menunjukkan sembilan hasil positif, dengan enam E. coli, serta P. aeruginosa, M. morganii, dan A. haemolyticus.gonorrhea, dan satu P. aeruginosa). Kultur urine menunjukkan sembilan hasil positif, dengan enam E. coli, serta P. aeruginosa, M. morganii, dan A. haemolyticus.
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Hasil: Deterjen pada konsentrasi 0,12 g/L, 0,14 g/L, 0,16 g/L, 0,18 g/L, 0,20 g/L, 0,22 g/L, dan 0,24 g/L menghasilkan mortalitas larva sebesarHasil: Deterjen pada konsentrasi 0,12 g/L, 0,14 g/L, 0,16 g/L, 0,18 g/L, 0,20 g/L, 0,22 g/L, dan 0,24 g/L menghasilkan mortalitas larva sebesar