RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA

International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi keberlanjutan bisnis PT Sandang Jaya Abadi pasca merger dengan SGJB Group dalam menghadapi persaingan pada industri garmen bayi di Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen perusahaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan model PESTEL dan Porters Five Forces untuk menilai kondisi eksternal industri, serta matriks IFE dan EFE untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan. Selanjutnya, analisis SWOT dan TOWS digunakan untuk merumuskan alternatif strategi keberlanjutan bisnis, dan Business Model Canvas dipakai untuk menggambarkan model bisnis pasca merger. Hasil penelitian menunjukkan perusahaan memiliki keunggulan dalam fleksibilitas produksi dan kualitas produk yang stabil, namun mengalami kelemahan pada integrasi digital, tingginya biaya produksi (COGS), serta koordinasi operasional pasca merger. Peluang muncul dari meningkatnya permintaan e‑commerce dan tren produk lokal, sedangkan ancaman berasal dari produk impor murah dan persaingan harga. Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan efisiensi biaya produksi, digitalisasi sistem operasional, penguatan kontrol kualitas, dan optimalisasi pemasaran berbasis digital.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa PT Sandang Jaya Abadi pasca merger dengan SGJB Group berada pada kondisi kompetitif yang cukup baik, dengan nilai IFE 2,52 dan EFE 2,32, serta memiliki keunggulan stabilitas kualitas produk, fleksibilitas produksi, dan pengalaman panjang di industri garmen bayi.Kelemahan yang masih ada meliputi biaya produksi tinggi, teknologi mesin terbatas, koordinasi pasca merger yang kurang optimal, dan sistem digital yang belum terintegrasi, sementara peluang eksternal muncul dari pertumbuhan e‑commerce dan minat konsumen terhadap produk lokal, namun ancaman berupa produk impor murah, kenaikan harga bahan baku, dan persaingan pasar tetap signifikan.Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan modernisasi mesin untuk meningkatkan efisiensi, mengintegrasikan sistem digital guna memperbaiki koordinasi antar divisi, serta mengoptimalkan pemasaran digital dan pengembangan produk bernilai tambah untuk meningkatkan daya saing, memperluas pangsa pasar, dan mencapai keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan teknologi Industri 4.0, seperti Internet of Things dan sistem penjadwalan produksi berbasis kecerdasan buatan, dapat menurunkan biaya produksi serta meningkatkan efisiensi operasional pada perusahaan garmen bayi pasca merger; selanjutnya, evaluasi efektivitas strategi pemasaran omnichannel yang mengintegrasikan marketplace, media sosial, dan aplikasi seluler khusus dapat mengukur peningkatan keterlibatan konsumen dan pertumbuhan penjualan produk lokal; terakhir, kajian mengenai kolaborasi strategis dengan pemasok kain lokal dapat mengidentifikasi mekanisme pengurangan volatilitas harga bahan baku dan kontribusinya terhadap keberlanjutan rantai pasokan dalam industri garmen bayi, sehingga memberikan panduan praktis bagi perusahaan untuk memperkuat posisi kompetitifnya.

  1. Analisa Porter’s Five Forces dalam Keberlangsungan Usaha Perusahaan Asuransi | Syntax Literate... jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/16712Analisa PorterAos Five Forces dalam Keberlangsungan Usaha Perusahaan Asuransi Syntax Literate jurnal syntaxliterate index php syntax literate article view 16712
Read online
File size370.92 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test