RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA

International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)

Industri coffee shop menghadapi tantangan tinggi dalam niat turnover karyawan yang dapat mempengaruhi stabilitas operasional dan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik manajemen sumber daya manusia (SDM) yang diterapkan di Coffee Shop X, mengidentifikasi faktor dominan yang menyebabkan niat turnover karyawan, dan merumuskan sistem manajemen SDM terintegrasi melalui benchmarking dengan Coffee Shop Y. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coffee Shop X telah menerapkan sistem manajemen SDM formal berdasarkan SOP dan KPI, yang mencakup rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, kompensasi, dan pemutusan hubungan kerja. Namun, niat turnover masih muncul akibat tekanan beban kerja saat jam sibuk, kompensasi terbatas, dan kebutuhan untuk memperkuat sistem evaluasi berkelanjutan dan pengembangan karyawan. Benchmarking dengan Coffee Shop Y menunjukkan bahwa implementasi penilaian kinerja berkelanjutan, komunikasi langsung, dan budaya kerja disiplin dan adaptif dapat meningkatkan konsistensi kinerja dan retensi karyawan. Integrasi praktik terbaik ini direkomendasikan untuk memperkuat sistem SDM Coffee Shop X dan mengurangi niat turnover karyawan secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa praktik manajemen sumber daya manusia di Coffee Shop X telah berjalan cukup baik meskipun masih bersifat informal.Proses rekrutmen, penempatan pekerjaan, penilaian kinerja, pelatihan, kompensasi, dan pengembangan karir dilakukan secara fleksibel dan berdasarkan kebutuhan operasional, dengan menekankan pada adaptabilitas, komunikasi, dan kerja sama tim.Niat turnover karyawan di Coffee Shop X dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.Faktor internal meliputi beban kerja operasional dan kurangnya sistem karir dan pelatihan yang terstruktur, sedangkan faktor eksternal meliputi peluang pekerjaan lain, pendidikan, dan alasan pribadi.Namun, lingkungan kerja yang kondusif, komunikasi terbuka, dan sistem kompensasi yang relatif adil dapat mengurangi tingkat turnover yang sebenarnya.Integrasi manajemen SDM Coffee Shop X dengan Coffee Shop Y menunjukkan bahwa praktik benchmarking, khususnya dalam aspek rekrutmen yang lebih terstruktur, penilaian kinerja berbasis umpan balik langsung, dan memperkuat kompatibilitas budaya kerja, memiliki potensi untuk meningkatkan efektivitas manajemen SDM Coffee Shop X dan mengurangi niat turnover karyawan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan studi tentang manajemen sumber daya manusia di industri coffee shop dengan pendekatan kuantitatif atau variabel tambahan seperti kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Manajemen Coffee Shop X disarankan untuk menerapkan sistem SDM yang lebih terstruktur, khususnya dalam pelatihan, penilaian kinerja, dan pengembangan karir, serta mengadopsi praktik terbaik dari Coffee Shop Y untuk mengurangi niat turnover. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemilik coffee shop lainnya dalam merancang sistem manajemen SDM yang efektif dan berkelanjutan. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan memanfaatkan temuan penelitian ini sebagai pertimbangan dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perhotelan.

Read online
File size264.33 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test