UM SURABAYAUM SURABAYA

Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraStilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

Fokus penelitian ini adalah (1) Gaya hidup dalam hal hiburan pada tokoh dalam novel In Bed With Model$ karya Moammar Emka, (2) Gaya hidup dalam hal berpakaian pada tokoh dalam novel In Bed With Model$ karya Moammar Emka dan (3) Gaya Hidup dalam hal makanan pada tokoh dalam novel In Bed With Model$ karya Moammar Emka. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode dan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data penelitian ini menguraikan data yang berbentuk kata-kata tentang gaya hidup hedonis pada novel In Bed With Model$ sedangkan objek penelitian yaitu berupa teks atau dialog kata, dan kalimat mengenai gaya hidup yang ada pada novel. Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) gaya hidup dalam hal hiburan yang dialami para tokoh dilihat dari perilaku seorang model dalam hidupnya selalu memasuki tempat hiburan malam seperti cafe dan diskotik, (2) gaya hidup dalam hal pakaian pada tokoh seorang model memilih menggunakan pakaian bermerek, baju yang sedikit memperlihatkan sebagian tubuhnya dan digunakan setiap hari ke tempat hiburan malam (3) gaya hidup dalam hal makanan dari kesehariaan tokoh selalu mengkonsumsi makanan yang serba mewah dan minuman beralkohol dengan harga mahal yang terdapat pada cafe, restoran dan tempat hiburan malam.

Berdasarkan analisis data, simpulannya adalah gaya hidup yang dialami para tokoh yang ada dalam novel In Bed With Model$ karya Moammar Emka yaitu gaya hidup dalam hal hiburan, pakaian dan makanan.Perilaku model dalam novel ini dalam menjalankan kehidupannya dengan tujuan utama bersenang-senang semata dengan mengunjungi tempat-tempat hiburan malam, selalu berpakaian dan menggunakan busana yang mengikuti tren dengan merek yang mahal.Selain itu, para tokoh selalu makan di tempat-tempat yang mahal seperti cafe dan restoran, serta berbelanja di mal dan menghabiskan waktunya dengan teman-temannya.

Penelitian ini telah mengungkap penggambaran gaya hidup hedonis dalam novel In Bed With Model$ dari sudut pandang hiburan, pakaian, dan makanan. Untuk memperkaya pemahaman, penelitian lanjutan bisa berfokus pada perbandingan dengan karya sastra lain. Misalnya, menarik untuk menganalisis bagaimana gaya hidup hedonis direpresentasikan dalam novel-novel kontemporer atau bahkan film yang mengangkat tema serupa, tidak hanya pada profesi model, tetapi juga pada kelompok sosial lain seperti selebritas atau influencer media sosial. Perbandingan ini dapat mengungkapkan perbedaan dan persamaan pola hedonisme serta evolusi representasinya dalam budaya populer. Selain itu, mengingat novel ini didasarkan pada kisah nyata, akan sangat bermanfaat jika ada studi yang menjembatani fiksi dengan realitas sosial. Penelitian dapat mengkaji secara langsung motivasi dan pengalaman para model di dunia nyata yang hidup dengan gaya hedonis, mungkin melalui metode wawancara mendalam atau survei. Pendekatan sosiologis atau psikologis semacam ini bisa memberikan wawasan tentang keselarasan antara penggambaran dalam fiksi dan kondisi aktual, serta faktor-faktor pendorong dan konsekuensi nyata dari pilihan gaya hidup tersebut. Terakhir, dengan semakin meluasnya budaya hedonisme yang dipicu oleh media sosial, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari gaya hidup ini terhadap kesejahteraan mental dan finansial individu, serta merancang program edukasi atau intervensi yang praktis. Ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai yang lebih seimbang dan berkelanjutan di kalangan kaum muda yang rentan terhadap tekanan gaya hidup konsumtif dan hedonis.

Read online
File size51.51 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test