UM SURABAYAUM SURABAYA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraStilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraTari Muang Sangkal ialah sejenis tari penyambutan bagi tamu agung yang mulanya hanya dapat ditarikan di pendopo atau keraton di Sumenep. Kata Muang Sangkal dalam Bahasa Madura berarti membuang musibah, sial ataupun hal-hal buruk lainnya. Dalam artikel ini akan dibahas makna verbal yang terdapat dalam tembang pengiring Tari Muang Sangkal, dengan menggunakan teori perkembangan tari oleh Sedyawati dan mengaitkannya dengan teori makna verbal serta metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa dalam pantun yang dinyanyikan pada tembang pengiring Tari Muang Sangkal terdapat makna verbal berupa suatu ungkapan hati penyair mengenai kisah cintanya yang tidak atau belum mendapatkan respon atau tanggapan dari lelaki pujaannya, walaupun ia telah mengungkapkan perasaannya tersebut secara gamblang.
Berdasarkan hasil penelitian, tembang pengiring Tari Muang Sangkal dari Sumenep berisi pantun yang terdiri dari 6 (enam) bait.Adapun pantun tersebut menceritakan kegundahan hati seorang gadis yang mencintai seorang pria dan telah menyatakan perasaannya tersebut secara terbuka, namun belum mendapatkan tanggapan apapun dari si lelaki, sehingga sang penyair, dalam hal ini, si gadis, merasa bingung, gelisah dan sedih.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana makna verbal pada tembang pengiring Tari Muang Sangkal dibandingkan dengan tembang pada tarian adat Madura lainnya, sehingga dapat menjawab pertanyaan: apakah terdapat pola universal atau variasi khas antar tarian? Selanjutnya, diperlukan studi kuantitatif yang menguji respons penonton terhadap pesan‑pesan verbal dalam tembang, misalnya dengan mengukur tingkat pemahaman dan emosionalitas penonton, untuk menjawab: bagaimana interpretasi audiens mempengaruhi fungsi sosial tembang? Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki dampak media modern, seperti rekaman video dan platform digital, terhadap perubahan makna verbal tembang seiring waktu, sehingga pertanyaan: apakah teknologi digital mengubah struktur atau tema verbal dalam tembang tradisional dapat terjawab. Ketiga arah studi ini akan memperluas pemahaman tentang dinamika komunikasi verbal dalam kebudayaan tari Madura. Selain itu, peneliti dapat melakukan wawancara mendalam dengan para penyair dan penari untuk memahami proses penciptaan lirik dan bagaimana pengalaman pribadi mereka mempengaruhi makna verbal yang dihasilkan. Pendekatan interdisipliner yang menggabungkan linguistik, etnomusikologi, dan kajian media akan memperkaya analisis dan memungkinkan peneliti menilai kontribusi tiap disiplin dalam melestarikan warisan budaya ini.
| File size | 53.53 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Variasi sapaan tersebut diperlukan dalam setiap peristiwa tutur guna menunjukkan status sosial seperti menunjuk orang yang sudah berhaji dengan bentukVariasi sapaan tersebut diperlukan dalam setiap peristiwa tutur guna menunjukkan status sosial seperti menunjuk orang yang sudah berhaji dengan bentuk
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wujud kesantunan berbahasa terdapat dalam acara Rumpi No Secret yang mendominasi maksim kearifan, sebab mampuHasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wujud kesantunan berbahasa terdapat dalam acara Rumpi No Secret yang mendominasi maksim kearifan, sebab mampu
PRISMASEJAHTERAPRISMASEJAHTERA Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan teknologi alat pembuat biokompos terhadap kesejahteraan masyarakatProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan teknologi alat pembuat biokompos terhadap kesejahteraan masyarakat
DINASTIREVDINASTIREV Sistem hukum yang ada saat ini terbukti masih memiliki celah karena terlalu fokus pada penghukuman dan belum optimal dalam aspek pemulihan korban melaluiSistem hukum yang ada saat ini terbukti masih memiliki celah karena terlalu fokus pada penghukuman dan belum optimal dalam aspek pemulihan korban melalui
JITERAJITERA Namun, tantangan seperti infrastruktur yang terbatas, kesiapan guru yang kurang, serta kesenjangan literasi digital tetap menghambat adopsi optimal teknologiNamun, tantangan seperti infrastruktur yang terbatas, kesiapan guru yang kurang, serta kesenjangan literasi digital tetap menghambat adopsi optimal teknologi
UM SURABAYAUM SURABAYA Pertama, eksistensi perempuan yang berkaitan dengan esensi menyoroti kebebasan mereka dalam menentukan hidup sesuai keinginan. Kedua, eksistensi yang berhubunganPertama, eksistensi perempuan yang berkaitan dengan esensi menyoroti kebebasan mereka dalam menentukan hidup sesuai keinginan. Kedua, eksistensi yang berhubungan
UM SURABAYAUM SURABAYA di Desa Canggu. Berawal dari pelatihan Seni Teater Tradisional Ludruk diharapkan warga Desa Canggu umumnya atau para peserta pelatihan tersebut dapat menjadidi Desa Canggu. Berawal dari pelatihan Seni Teater Tradisional Ludruk diharapkan warga Desa Canggu umumnya atau para peserta pelatihan tersebut dapat menjadi
UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG Namun, penelitian ini hanya menerapkan tiga tahap awal, yaitu analisis, desain, dan pengembangan. Subjek penelitian meliputi dosen Pendidikan Bahasa danNamun, penelitian ini hanya menerapkan tiga tahap awal, yaitu analisis, desain, dan pengembangan. Subjek penelitian meliputi dosen Pendidikan Bahasa dan
Useful /
IKIPWIDYADARMASURABAYAIKIPWIDYADARMASURABAYA Dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dalam ekosistem kewirausahaan, yaitu akses pendanaan, program dan dukungan pemerintah, akses infrastruktur fisik,Dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dalam ekosistem kewirausahaan, yaitu akses pendanaan, program dan dukungan pemerintah, akses infrastruktur fisik,
JITERAJITERA Terlepas dari manfaat ini, tantangan seperti infrastruktur yang terbatas, kesenjangan literasi digital, dan ketergantungan pada teknologi tetap menjadiTerlepas dari manfaat ini, tantangan seperti infrastruktur yang terbatas, kesenjangan literasi digital, dan ketergantungan pada teknologi tetap menjadi
UM SURABAYAUM SURABAYA Sumber data penelitian ini menguraikan data yang berbentuk kata-kata tentang gaya hidup hedonis pada novel In Bed With Model$ sedangkan objek penelitianSumber data penelitian ini menguraikan data yang berbentuk kata-kata tentang gaya hidup hedonis pada novel In Bed With Model$ sedangkan objek penelitian
UNANDUNAND Terdapat dua kelompok umum penanda fatis sebagai kutukan dalam Bahasa Melayu Bengkulu. yaitu 1) penanda fatis leksikal (nah, yak, ay, way, awu, woy, wey,Terdapat dua kelompok umum penanda fatis sebagai kutukan dalam Bahasa Melayu Bengkulu. yaitu 1) penanda fatis leksikal (nah, yak, ay, way, awu, woy, wey,