RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER
Indonesian Journal of Health and MedicalIndonesian Journal of Health and MedicalKehilangan gigi merupakan suatu keadaan lepasnya satu atau lebih gigi dari soketnya atau tempatnya, yang terjadi karena disebabkan oleh penyakit pada jaringan periodontal. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya persentase lansia yang memiliki gigi berfungsi optimal di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan kehilangan gigi pada lansia di Puskesmas Wisma Indah Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jumlah populasi yaitu sebanyak 58 lansia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui pengisian lembar kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah data diolah kemudian di rata-rata hasilnya dibuat persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro tentang kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang.
.
Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah program edukasi kesehatan mulut yang melibatkan kader kesehatan dan menggunakan materi visual sederhana dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang penyebab, pencegahan, dan perawatan kehilangan gigi di wilayah pedesaan. Penelitian lain dapat menilai dampak kunjungan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan terhadap tingkat kehilangan gigi dan kualitas hidup lansia, dengan membandingkan kelompok yang mendapatkan perawatan teratur dan yang tidak. Selain itu, studi komparatif dapat menyelidiki hubungan antara pola konsumsi makanan manis atau lengket serta kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian kehilangan gigi pada lansia, menggunakan metode survei diet dan pemeriksaan klinis. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat menjawab keterbatasan data saat ini yang hanya bersifat deskriptif dan memberikan dasar kebijakan intervensi yang lebih tepat untuk memperbaiki kesehatan gigi lansia. Dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan variasi geografis, hasilnya dapat digeneralisasi ke populasi lansia Indonesia secara lebih luas.
- Kehilangan sebagian gigi pada rongga mulut | e-CliniC. kehilangan gigi rongga mulut clinic authors krista... ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/view/12316Kehilangan sebagian gigi pada rongga mulut e CliniC kehilangan gigi rongga mulut clinic authors krista ejournal unsrat ac index php eclinic article view 12316
- PENGETAHUAN TENTANG PENYEBAB DAN DAMPAK KEHILANGAN GIGI TERHADAP KEJADIAN KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA... doi.org/10.36082/jdht.v2i2.335PENGETAHUAN TENTANG PENYEBAB DAN DAMPAK KEHILANGAN GIGI TERHADAP KEJADIAN KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA doi 10 36082 jdht v2i2 335
- Kebersihan Gigi Mulut dan Kejadian Gingivitis pada Anak Sekolah Dasar | e-GiGi. kebersihan gigi mulut... ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/32366Kebersihan Gigi Mulut dan Kejadian Gingivitis pada Anak Sekolah Dasar e GiGi kebersihan gigi mulut ejournal unsrat ac index php egigi article view 32366
| File size | 615.46 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
AKPERAKPER Temuan ini menggarisbawahi pentingnya dukungan psikologis pasca hospitalisasi yang diberikan oleh perawat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. KeterlibatanTemuan ini menggarisbawahi pentingnya dukungan psikologis pasca hospitalisasi yang diberikan oleh perawat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Keterlibatan
STIKMKSSTIKMKS Latar belakang: Hipertensi menjadi penyakit yang banyak diderita oleh kelompok lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup melalui berbagai komplikasi padaLatar belakang: Hipertensi menjadi penyakit yang banyak diderita oleh kelompok lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup melalui berbagai komplikasi pada
STIKMKSSTIKMKS Oleh karena itu, program pencegahan dan pengendalian DM perlu difokuskan pada kelompok berisiko tinggi melalui edukasi kesehatan, peningkatan aktivitasOleh karena itu, program pencegahan dan pengendalian DM perlu difokuskan pada kelompok berisiko tinggi melalui edukasi kesehatan, peningkatan aktivitas
STIKMKSSTIKMKS Kesimpulan: Pelayanan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif, melainkan juga membutuhkan pemahaman atas dimensi sosialKesimpulan: Pelayanan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif, melainkan juga membutuhkan pemahaman atas dimensi sosial
STIKMKSSTIKMKS Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan literatur tentang pengukuran antropometri untuk mendeteksi kasus stunting pada anak. Pengukuran antropometriTujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan literatur tentang pengukuran antropometri untuk mendeteksi kasus stunting pada anak. Pengukuran antropometri
STIKMKSSTIKMKS Penerapan kebijakan K3 yang efektif berperan sebagai fondasi penerapan mitigasi bencana. Ketersediaan sarana keselamatan seperti jalur evakuasi, alat pemadamPenerapan kebijakan K3 yang efektif berperan sebagai fondasi penerapan mitigasi bencana. Ketersediaan sarana keselamatan seperti jalur evakuasi, alat pemadam
UNARUNAR Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self-care dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja UPTD puskesmas rawatTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self-care dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja UPTD puskesmas rawat
UMNUMN Kegiatan Pengabdian Mayarakat ini dilakukan bertujuan menambah pengetahuan ,mendeteksi, dan meningkatkan gaya hidup sehat pada masyarakat dengan sasaranKegiatan Pengabdian Mayarakat ini dilakukan bertujuan menambah pengetahuan ,mendeteksi, dan meningkatkan gaya hidup sehat pada masyarakat dengan sasaran
Useful /
STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 38 siswa kelas VIII. Alat ukurPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 38 siswa kelas VIII. Alat ukur
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Metode: Penelitian deskriptif dengan 36 responden ibu balita melalui kuisioner. Hasil: Pengetahuan ibu tentang definisi dan penyebab karies gigi termasukMetode: Penelitian deskriptif dengan 36 responden ibu balita melalui kuisioner. Hasil: Pengetahuan ibu tentang definisi dan penyebab karies gigi termasuk
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Kebersihan gigi dan mulut merupakan masalah yang rentan dihadapi oleh kelompok anak usia sekolah dasar. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan anakKebersihan gigi dan mulut merupakan masalah yang rentan dihadapi oleh kelompok anak usia sekolah dasar. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan anak
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Jumlah seluruh jawaban yang diperoleh dari responden dihitung dalam bentuk persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkanJumlah seluruh jawaban yang diperoleh dari responden dihitung dalam bentuk persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan