THAMRINTHAMRIN

Anakes : Jurnal Ilmiah Analis KesehatanAnakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan

Diare adalah peningkatan frekuensi buang air besar yang ditandai dengan konsistensi tinja yang lebih encer dari biasanya. Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit. Diare merupakan penyebab kematian kedua terbanyak pada balita. Penyebab utama kematian pada diare balita adalah dehidrasi berat akibat kehilangan cairan secara berlebihan. Pemeriksaan laboratorium pada pasien diare antara lain pemeriksaan elektrolit darah meliputi natrium, kalium dan klorida. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis kemudian diolah. Penelitian dilakukan dari seluruh 64 pada pasien balita usia 0-5 tahun dengan diare akut di RSAB Harapan Kita hasil menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh jenis kelamin laki-laki dengan kadar elektrolit abnormal yang terbanyak di klorida sebesar 34 orang (53,13%) dengan nilai klorida terendah 81 mmol/L serta nilai klorida tertinggi 125 mmol/L. Berdasarkan usia, sebagian pasien diare didapatkan paling banyak terjadi pada usia balita (1-5 tahun) dengan kadar elektrolit abnormal yang terbanyak di klorida sebesar 29 orang (45,31%) dengan nilai klorida terendah 81 mmol/L dan nilai klorida tertinggi 114 mmol/L. Penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada pasien penderita diare rata-rata nilai kadar natrium dan kadar kalium pasien normal sedangkan kadar pada klorida tinggi. Diharapkan bagi para orang tua penderita diare penting untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah terjadinya diare dan segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat saat tubuh telah menunjukkan gejala seperti demam dan buang air besar secara terus menerus.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan kadar elektrolit pada pasien diare akut di RSAB Harapan Kita berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh jenis kelamin laki-laki.Kadar elektrolit pasien diare akut di RSAB Harapan Kita berdasarkan usia paling banyak terjadi pada usia balita (1-5 tahun).

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara derajat ketidakseimbangan elektrolit (terutama klorida) dengan tingkat keparahan dehidrasi pada anak balita dengan diare akut melalui studi kohort prospektif yang melibatkan pengukuran klinis berulang; selanjutnya, diperlukan uji klinis terkontrol untuk menilai efektivitas formula oral rehidrasi yang diperkaya dengan penyesuaian kadar kalium atau klorida terhadap pemulihan elektrolit dan durasi hospitalisasi; terakhir, studi intervensi komunitas yang menilai dampak program edukasi kebersihan lingkungan rumah tangga serta penyediaan air bersih terhadap penurunan insiden diare dan perubahan profil elektrolit pada balita di wilayah perkotaan dapat memberikan bukti kebijakan yang lebih kuat. Semua penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor risiko, penanganan optimal, dan pencegahan diare serta komplikasi elektrolit pada populasi anak usia dini.

Read online
File size175.31 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test