STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG

Jurnal Ilmiah PamenangJurnal Ilmiah Pamenang

Diabetes Mellitus adalah kondisi kesehatan yang tidak menular dan menjadi perhatian global. Indonesia menduduki peringkat ke-7 di dunia dengan jumlah penderita mencapai 10 juta orang. Individu yang menderita diabetes mellitus mengalami transformasi besar dalam gaya hidup mereka, termasuk dalam hal mengatur pola makan, berolahraga, dan memantau kadar gula darah. Perubahan ini seringkali menyebabkan respons psikologis negatif seperti kemarahan, perasaan tidak berarti, peningkatan kecemasan, dan depresi. Mekanisme koping merupakan cara untuk mengatasi, menghadapi, atau mengelola situasi stres dengan baik, baik secara mental maupun perilaku, untuk beradaptasi dengan peristiwa yang menimbulkan tekanan dan mempertahankan kesejahteraan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami korelasi tingkat kecemasan dan mekanisme koping pasien diabetes mellitus tipe II Puskesmas Taman Bacaan Palembang. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, melibatkan 31 pasien. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 07 Juni hingga 22 Juni 2023. Didapatkan hasil bahwa tingkat kecemasan dengan menggunakan mekanisme koping Maladaptif sebanyak 13 responden (41,9%) sedangkan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping adaptif sebanyak 8 responden (25,8%). Analisis data dengan uji chi-square mengindikasikan adanya korelasi yang signifikan antara tingkat kecemasan dan strategi mekanisme koping pada pasien DM tipe II, dengan nilai p sebesar 0,007.

Hasil penelitian yang dilakukan di Palembang Puskesmas Taman Bacaan menyimpulkan bahwa.Penderita Diabetes Mellitus Tipe II pada Puskesmas Taman Bacaan Palembang menunjukkan tingkat kecemasan yang tinggi, dengan 21 responden (67,7%) mengalami kecemasan, sementara 10 responden (32,2%) lainnya tidak mengalami kecemasan.Pasien Diabetes Mellitus tipe II di Palembang Puskesmas Taman Bacaan menunjukkan sebagian besar menggunakan mekanisme koping adaptif, dengan 17 responden (54,8%), sementara sebagian lainnya menggunakan mekanisme koping maladaptif, berjumlah 14 responden (45,2%).Terdapat relasi cukup signifikan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Taman Bacaan Palembang pada tahun 2023, hal ini didukung dengan p-value sebesar 0,007.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas variasi karakteristik responden dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi mekanisme koping, seperti dukungan sosial dan lingkungan. Selain itu, studi komparatif antara pasien diabetes mellitus tipe II dengan tipe lain dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif dalam membantu pasien mengelola kecemasan dan meningkatkan mekanisme koping adaptif.

  1. MEKANISME KOPING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT CIPTO MANGUNKUSUMO... doi.org/10.56127/jukeke.v1i3.292MEKANISME KOPING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT CIPTO MANGUNKUSUMO doi 10 56127 jukeke v1i3 292
Read online
File size136.7 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test