STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG
Jurnal Ilmiah PamenangJurnal Ilmiah PamenangPendahuluan: Layanan kesehatan memerlukan alat transportasi yang memadai yaitu ambulan. Mobil siaga desa diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan pada masyarakat salah satunya pada penanganan kasus darurat. Fasilitas seadanya sebagai alat transportasi pra-rumah sakit, mobil siaga desa telah memberikan nuansa di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan, perasaan, pendapat, keinginan dan harapan masyarakat terhadap ambulan mobil siaga desa sebagai transportasi kesehatan. Metode: Penelitian kualitatif ini dilakukan dari tanggal 20 Juni hingga 20 Agustus 2024 terhadap 6 partisipan dengan teknik purposive sampling, yaitu warga yang berada di Desa Pelem. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam secara berulang 2–3 kali untuk klarifikasi dan validasi temuan. Hasil: Analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) menghasilkan 5 tema, yaitu: Tidak perlu karena dekat rumah sakit, Merasa kasihan untuk warga di daerah jauh dari layanan rujukan, Menjunjung kebersamaan dan keadilan, Berharap kendaraan yang ada lengkap dengan tenaga yang ahli, dan Transportasi darurat yang cepat. Analisis: Dari temuan tersebut, perlu adanya informasi yang jelas mengenai penggunaan mobil siaga desa agar pemanfaatannya lebih optimal. Diskusi: Perlu ditetapkan Keputusan Kepala Desa tentang petunjuk operasional mobil siaga dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang disosialisasikan kepada masyarakat. Penelitian ini memiliki cakupan wilayah yang terbatas, sehingga diperlukan penelitian serupa dalam lingkup yang lebih luas.
Keberadaan ambulan mobil siaga desa di Desa Pelem belum sepenuhnya dipahami manfaatnya oleh masyarakat dalam konteks pelayanan kesehatan darurat.Mobil tersebut dapat digunakan untuk mengangkut pasien yang memungkinkan secara kondisi, namun dinilai belum layak sebagai alat transportasi pra-rumah sakit karena fasilitas dan tenaga pendukung yang tidak memadai.Penelitian ini disarankan dilanjutkan dengan cakupan lebih luas untuk memperoleh temuan yang lebih komprehensif.
Pertama, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana efektivitas mobil siaga desa sebagai alat transportasi kesehatan darurat di wilayah yang jauh dari fasilitas rumah sakit, mengingat masyarakat Desa Pelem merasa wilayahnya sudah terlalu dekat dengan layanan kesehatan. Kedua, perlu diteliti bagaimana penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk mobil siaga desa dapat meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatannya, termasuk peran kepala desa dalam mengatur penggunaan secara transparan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi desain mobil siaga desa yang dilengkapi peralatan dan personel medis dasar, serta bagaimana pelatihan masyarakat dalam penanganan darurat dapat meningkatkan kinerja sistem rujukan pra-rumah sakit di tingkat desa. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini yang terbatas secara lokasi dan mendalami aspek operasional serta desain layanan yang lebih layak. Dengan begitu, keberadaan mobil siaga desa dapat benar-benar dioptimalkan untuk kebutuhan kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil. Studi lanjutan juga harus mempertimbangkan kesiapan masyarakat dalam menggunakan mobil tersebut sesuai prosedur medis yang aman. Selain itu, perlu dievaluasi model pengelolaan bersama antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan lokal. Temuan dari penelitian baru ini dapat menjadi acuan penyusunan kebijakan daerah yang lebih inklusif. Penekanan pada aspek kemanusiaan dan keadilan distribusi juga harus menjadi fokus utama. Akhirnya, hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan sistem transportasi darurat yang terintegrasi di tingkat kabupaten.
- Hubungan Sumber Daya Manusia, Sarana Prasarana, Komunikasi PONED–PONEK, dan Standar... doi.org/10.32807/jkp.v13i1.212Hubungan Sumber Daya Manusia Sarana Prasarana Komunikasi PONEDyCAuPONEK dan Standar doi 10 32807 jkp v13i1 212
- OMICS International | Open Access Journals List. omics open access journals list science publisher popularizes... doi.org/10.4172/2167-1168.1000119OMICS International Open Access Journals List omics open access journals list science publisher popularizes doi 10 4172 2167 1168 1000119
| File size | 321.09 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rata-rata usia penderita hipertensi dalam studi ini adalah 63,13 tahun, yang menunjukkan bahwa hipertensiBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rata-rata usia penderita hipertensi dalam studi ini adalah 63,13 tahun, yang menunjukkan bahwa hipertensi
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Data menunjukkan sebagian besar usia petani telah mendekati usia tua. Faktor degeneratif dan posisi ergonomis yang kurang baik saat bekerja di sawah menimbulkanData menunjukkan sebagian besar usia petani telah mendekati usia tua. Faktor degeneratif dan posisi ergonomis yang kurang baik saat bekerja di sawah menimbulkan
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Diskusi menyarankan peneliti berikutnya menyajikan data tekanan ekspirasi dan inspirasi untuk memperkuat data pengkajian. Akhirnya, kedua pasien strokeDiskusi menyarankan peneliti berikutnya menyajikan data tekanan ekspirasi dan inspirasi untuk memperkuat data pengkajian. Akhirnya, kedua pasien stroke
IDJOURNALIDJOURNAL Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas dan ruang publik efektif dalam menjangkau masyarakat secara luas. Diperlukan kegiatan serupaKegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas dan ruang publik efektif dalam menjangkau masyarakat secara luas. Diperlukan kegiatan serupa
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian (UKTTK) merupakan salah satu ujian kompetensi yang dilakukan oleh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) pada akhir masaUji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian (UKTTK) merupakan salah satu ujian kompetensi yang dilakukan oleh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) pada akhir masa
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, melibatkan 31 pasien. Penelitian dilaksanakanMetode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, melibatkan 31 pasien. Penelitian dilaksanakan
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Fototerapi sebagai pengobatan hiperbilirubinemia dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan terapi komplementer. Baby field massage sebagai terapiFototerapi sebagai pengobatan hiperbilirubinemia dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan terapi komplementer. Baby field massage sebagai terapi
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Masih sering ditemukan perawat yang tidak patuh dalam menggunakan Alat pelindung diri (APD), padahal APD berfungsi untuk melindungi diri terhadap bahayaMasih sering ditemukan perawat yang tidak patuh dalam menggunakan Alat pelindung diri (APD), padahal APD berfungsi untuk melindungi diri terhadap bahaya
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Gejala ini berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderita, seperti gangguan pola tidur, kestabilan emosional, dan hubungan sosial. Pruritus uremikGejala ini berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderita, seperti gangguan pola tidur, kestabilan emosional, dan hubungan sosial. Pruritus uremik
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Kesimpulan: Hasil ini mendukung bahwa SEFT efektif menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan olehKesimpulan: Hasil ini mendukung bahwa SEFT efektif menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan oleh
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pemantauan selama proses pendampingan. Hasil menunjukkan bahwa Ny. T mengalami kesedihan,Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pemantauan selama proses pendampingan. Hasil menunjukkan bahwa Ny. T mengalami kesedihan,
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Korelasi tertinggi ditemukan antara kepuasan pengguna dan manfaat bersih (ρ = 0,835), serta antara intensitas penggunaan dan manfaat bersih (ρ = 0,788).Korelasi tertinggi ditemukan antara kepuasan pengguna dan manfaat bersih (ρ = 0,835), serta antara intensitas penggunaan dan manfaat bersih (ρ = 0,788).