STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG

Jurnal Ilmiah PamenangJurnal Ilmiah Pamenang

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan prevalensi global mencapai 29% dan bahkan lebih tinggi di negara berkembang. Kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi jangka panjang, termasuk risiko stunting pada anak di masa depan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Research and Development (R&D). Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian untuk mengembangkan desain awal aplikasi deteksi dini anemia non-invasif berbasis mobile serta mengevaluasi kualitasnya berdasarkan model kesuksesan sistem informasi Delone dan McLean. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Remaja Desa Penatarsewu dengan melibatkan 60 remaja putri sebagai responden serta wawancara dengan tenaga kesehatan yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, informasi, dan layanan aplikasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih (net benefits). Korelasi tertinggi ditemukan antara kepuasan pengguna dan manfaat bersih (ρ = 0,835), serta antara intensitas penggunaan dan manfaat bersih (ρ = 0,788). Aplikasi yang dikembangkan menyediakan fitur seperti pencatatan konsumsi tablet tambah darah (TTD), pengukuran hemoglobin, riwayat kesehatan, serta layanan konsultasi online. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi memiliki potensi untuk menjadi alat bantu yang efektif dan efisien dalam pencegahan anemia pada remaja putri. Penerapan teknologi digital dalam edukasi dan deteksi dini anemia terbukti mampu meningkatkan keterlibatan pengguna dan kualitas layanan kesehatan berbasis komunitas.

Kualitas sistem, informasi, layanan, tingkat penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih saling berhubungan erat dan saling memengaruhi dalam konteks penggunaan aplikasi deteksi dini anemia oleh remaja.Sistem yang andal, cepat, dan stabil, didukung informasi yang akurat dan layanan yang responsif, meningkatkan kepuasan dan intensitas penggunaan aplikasi, yang pada akhirnya meningkatkan manfaat kesehatan bagi pengguna.Secara keseluruhan, aplikasi ini terbukti efektif mendukung deteksi dan pencegahan anemia dengan meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan perubahan perilaku kesehatan.

Pertama, perlu dikaji efektivitas aplikasi dalam jangka panjang dengan meneliti apakah penggunaan rutin aplikasi selama enam bulan hingga satu tahun benar-benar menurunkan angka kejadian anemia pada remaja putri di wilayah pedesaan. Kedua, penting untuk mengevaluasi integrasi aplikasi ini dengan sistem kesehatan daerah, misalnya dengan meneliti bagaimana data dari aplikasi dapat langsung terhubung ke puskesmas atau posyandu agar pemantauan status gizi menjadi lebih terkoordinasi. Ketiga, perlu dikembangkan versi aplikasi yang lebih inklusif dengan fitur berbasis kecerdasan buatan untuk menganalisis gejala anemia melalui pengambilan foto konjungtiva mata, lalu diteliti sejauh mana akurasi metode non-invasif ini dibandingkan dengan pemeriksaan hemoglobin konvensional. Ketiga arah penelitian ini dapat memperkuat bukti tentang keberlanjutan, keterhubungan, dan inovasi teknologi dari aplikasi deteksi dini anemia, serta membuka peluang pengembangan sistem pencegahan stunting berbasis digital yang lebih holistik dan berkelanjutan di tingkat komunitas.

  1. Penyuluhan Gizi Tentang Anemia Dan Stunting Di Desa Gedong Pakuan Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan... doi.org/10.57218/jompaabdi.v1i4.306Penyuluhan Gizi Tentang Anemia Dan Stunting Di Desa Gedong Pakuan Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan doi 10 57218 jompaabdi v1i4 306
Read online
File size499.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test