ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Kadar kolesterol tinggi dalam darah merupakan faktor risiko utama untuk penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes mellitus. Berdasarkan kajian empiris, senyawa sekunder pada bengkuang seperti saponin dan flavonoid memiliki kemampuan antioksidan serta mampu mengikat kolesterol dengan asam empedu, sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak bengkuang sebesar 115,20 mg/mL, yang termasuk dalam kategori antioksidan sedang, dan pada percobaan in‑vivo dosis 100‑300 mg/gBB selama 7 hari menghasilkan penurunan signifikan pada kadar kolesterol pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol.

Ekstrak bengkuang (Pachyrhizus erosus) dapat menurunkan kadar kolesterol pada mencit dengan dosis paling tinggi 300 mg/gBB menunjukkan penurunan paling signifikan.Dosis 100 mg/gBB dan 200 mg/gBB juga memberikan penurunan, meskipun tidak sejauh dosis tertinggi.Oleh karena itu, ekstrak bengkuang berpotensi sebagai agen anti‑kolesterol alami pada model hewan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek jangka panjang pemberian ekstrak bengkuang pada profil lipid dan indikator kardiovaskular pada hewan percobaan, termasuk variasi dosis dan interval pemberian yang lebih luas; selanjutnya, studi harus meneliti potensi sinergi antara ekstrak bengkuang dan antioksidan alami lainnya seperti katekin teh hijau dalam menurunkan kadar kolesterol serta mengurangi stres oksidatif pada model hiperkolesterolemia; terakhir, diperlukan uji klinis terkontrol secara acak pada subjek manusia dengan hiperkolesterolemia ringan untuk menentukan keamanan, dosis optimal, dan efektivitas ekstrak bengkuang, serta melakukan profil farmakokinetik untuk memahami absorpsi dan metabolisme senyawa aktif dalam tubuh.

Read online
File size211.31 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test