UMGUMG
Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Penurunan produksi kerang hijau 3 tahun terakhir (2018, 2019, dan 2020) diduga erat kaitannya dengan kadar timbal yang terdeteksi pada Whole Organ kerang hijau di pantai Desa Banyuurip Ujungpangkah, Kabupaten Gresik yang terdeteksi rata-rata sebesar 0,7 ppm. Meningkatkannya aktifitas industri, pertanian dan domestik (rumah tangga) diduga menyumbang limpahan limba cukup besar diperairan. Maksud dari penelitian ini adalah menganalisis kadar logam Pb pada whole organ kerang hijau sebelum dan setelah depurasi. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium lapang di Dusun Gayam, Desa Soko, Kec. Glagah Kabupaten Lamongan. Sampel kerang hijau diambil di Pantai Desa Banyuurip, tempat Nelayan melakukan kegiatan pembudidayaan kerang hijau. Kemudian sejumlah 10 kg kerang hijau dimasukkan pada bak2 uji dengan Volume 150 liter air untuk dilakukan kegiatan depurasi. Parameter yang diamati selama penelitian adalah Kadar Timbal (Pb) pada Whole organ dan air media, sedangkan parameter pendukung meliputi kualitas air (DO, pH, Salinitas, Suhu dan Amoniak). Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi mengenai Respon Teknologi depurasi terhadap penurunan Kadar Timbal setelah penggelontoran melalui Resirkulasi sistem. Penelitian disusun menggunakan metode Eksperimental dengan Rancancangan acak lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, P1 (kontrol), P2 (Depurasi 8 jam), P3 (Depurasi 16 jam) dan P4 (Depurasi (24 jam). Hasil Penggelontoran selama 24 jam dapat menurunkan Pb terbanyak sebesar 59 % dari 0,66 ppm menjadi 0,27 ppm. Dengan penurunan tersebut kerang hijau yang dibudidayakan oleh para nelayan semakin aman untuk dimanfaatkan dan dikonsumsi manusia dalam berbagai bentuk produk olahan pangan. Hasil penggelontoran dengan resirkulasi sistem tersebut lebih rendah dan sesuai dengan standarisasai BPOM (2009), Perikanan (DKP) No: Kep 20/Men/2004, SK Ditjen POM No. 03725/B/SK/VII/1989, batas cemaran logam berat dalam bahan pangan sebesar 1,5 ppm.
Penggelontoran selama 24 jam dapat menurunkan Pb terbanyak sebesar 59 % dari 0,66 ppm menjadi 0,27 ppm.Dengan penurunan tersebut kerang hijau yang dibudidayakan oleh para nelayan semakin aman untuk dimanfaatkan dan dikonsumsi manusia dalam berbaigai bentuk produk pangan.Hasil penggelontoran dengan resirkulasi sistem tersebut lebih rendah dan sesuai dengan standarisasai BPOM (2009), Perikanan (DKP) No.03725/B/SK/VII/1989, batas cemaran logam berat dalam bahan pangan sebesar 1,5 ppm.Teknologi depurasi dengan resirkulasi sistem menghasilkan penurunan kadar Pb tertinggi dengan konsentrasi logam timbal 0,27 ppm, sedangkan penurunan terendah pada jam ke 8 sebesar 0,49 ppm.Respon dari penurunan kadar timbal (Pb) menunjukkan bahwa aktifitas depurasi dengan mengunakan Resirkulasi Sistem sangat efektif diterapkan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan teknologi depurasi dengan resirkulasi sistem dengan menggunakan filtrasi yang lebih besar agar mampu mencuci kerang hijau dengan jumlah lebih besar. Kedua, teknologi depurasi yang digunakan sebaiknya ditambahkan dengan protein skimmer untuk mengeliminasi bahan organik terlarut dalam media uji. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efek depurasi terhadap kualitas air media dan bagaimana cara mengoptimalkannya agar tetap sesuai dengan standar budidaya. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas teknologi depurasi dalam mengurangi kadar logam timbal (Pb) pada kerang hijau dan meningkatkan kualitas air media.
| File size | 281.5 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Pengamatan dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data online untuk lima produk perikanan olahan: sarden, abon ikan, kecap ikan,Pengamatan dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data online untuk lima produk perikanan olahan: sarden, abon ikan, kecap ikan,
ISTAZISTAZ Dampaknya ialah tumbuhnya minat kader PKK untuk memanfaatkan jagung menjadi es krim dan bertambahnya wawasan tentang wirausaha dengan mengoptimalkan potensiDampaknya ialah tumbuhnya minat kader PKK untuk memanfaatkan jagung menjadi es krim dan bertambahnya wawasan tentang wirausaha dengan mengoptimalkan potensi
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Penggunaan Lactobacillus casei 8% merupakan metode optimal untuk memproduksi cuka mandai dengan kualitas kimia terbaik. Namun, aktivitas antioksidan cukaPenggunaan Lactobacillus casei 8% merupakan metode optimal untuk memproduksi cuka mandai dengan kualitas kimia terbaik. Namun, aktivitas antioksidan cuka
ITSCIENCEITSCIENCE Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah udang sebagai bahan baku penyedap rasa berupa MSG alami merupakan inovasi yang efektif, berkelanjutan,Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah udang sebagai bahan baku penyedap rasa berupa MSG alami merupakan inovasi yang efektif, berkelanjutan,
UNWAHAUNWAHA Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Service Learning (SL) efektif mendorong partisipasi aktif, menumbuhkan kemandirian ekonomi, serta memperkuatPendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Service Learning (SL) efektif mendorong partisipasi aktif, menumbuhkan kemandirian ekonomi, serta memperkuat
STIMI BJMSTIMI BJM Masyarakat memiliki pemahaman bagaimana mengolah dan memasarkan produk lokal yang dihasilkan dari hasil tangkapan mereka. Masyarakat memiliki hasil keterampilanMasyarakat memiliki pemahaman bagaimana mengolah dan memasarkan produk lokal yang dihasilkan dari hasil tangkapan mereka. Masyarakat memiliki hasil keterampilan
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Metode penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: isolasi dan karakterisasi DNA BAL ikan Rinuak (Psilopsis sp), dilanjutkan dengan penilaian aktivitasMetode penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: isolasi dan karakterisasi DNA BAL ikan Rinuak (Psilopsis sp), dilanjutkan dengan penilaian aktivitas
UTUUTU Perlakuan P3 (Sonneratia alba 60%: gula 40%) merupakan perlakuan yang paling tinggi nilainya dalam kualitas rasa, warna, dan aroma, sedangkan kualitasPerlakuan P3 (Sonneratia alba 60%: gula 40%) merupakan perlakuan yang paling tinggi nilainya dalam kualitas rasa, warna, dan aroma, sedangkan kualitas
Useful /
ISBIISBI Terdapat lima dimensi religiositas yang dapat dilihat dan dinilai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu, dimensi keyakinan agama, praktik keagamaan, perasaanTerdapat lima dimensi religiositas yang dapat dilihat dan dinilai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu, dimensi keyakinan agama, praktik keagamaan, perasaan
ISBIISBI Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan perubahanMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan perubahan
STAINUSANTARASTAINUSANTARA Partisipasi masyarakat dalam koperasi relatif rendah, dipengaruhi oleh literasi keuangan yang terbatas dan kurangnya rasa memiliki. Dalam hal pemberdayaanPartisipasi masyarakat dalam koperasi relatif rendah, dipengaruhi oleh literasi keuangan yang terbatas dan kurangnya rasa memiliki. Dalam hal pemberdayaan
UNWAHAUNWAHA Kegiatan ini berfokus pada penguatan kemampuan peserta dalam memanfaatkan perdagangan elektronik dan media sosial sebagai sarana pemasaran produk desa.Kegiatan ini berfokus pada penguatan kemampuan peserta dalam memanfaatkan perdagangan elektronik dan media sosial sebagai sarana pemasaran produk desa.