IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Radikal ideologi menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan dan persatuan. Konsep moderasi beragama menjadi kekuatan dalam menjaga kemajemukan dan keutuhan bangsa ini. Ilmu tasawuf menjadi alternatif dalam membina karakter moderat dengan model tasawuf yang humanis melalui pemikiran Ibn Taymiyya. Penelitian ini bertujuan menemukan model pendidikan tasawuf Ibn Taymiyya sebagai upaya penguatan moderasi beragama masyarakat. Metode penelitian yang digunakan ialah studi biografi tokoh, yakni kajian tentang pemikiran, kisah hidup, dan karya yang dihasilkan. Analisis data menggunakan teknik induksi dan interpretasi dibantu sumber pustaka relevan sehingga penyajian data lebih terarah dan valid. Hasil kajian menyimpulkan bahwa model pendidikan tasawuf Ibn Taymiyya menjunjung tinggi konsep-tawazun, tasamuh, tadil, tawasuth yang dapat mendorong terbentuknya sikap karakter moderat. Karakter moderat berdampak positif terhadap pendewasaan sikap sosial yang bermanfaat bagi terbentuknya kehidupan utuh, toleran, dan tenggang rasa. Sikap ini menjadi penguat dalam menjaga kedaulatan negara dan kebersamaan antar individu.

Model pendidikan tasawuf Ibn Taymiyya mempertahankan konsep tawazun, tasamuh, tadil, dan tawasuth, yang menumbuhkan karakter moderat yang secara positif mematangkan sikap sosial dan memperkuat keutuhan nasional.Model ini secara teoritis mendukung konsep moderasi beragama dan secara praktis dapat dijadikan kurikulum pendidikan Islam maupun sistem pendidikan nasional di Indonesia.Penelitian terbatas pada analisis model pendidikan tersebut.di masa depan dapat dikembangkan model pendidikan tasawuf berbasis multikultural untuk mengatasi radikalisme dan kecerdasan buatan.

Pengembangan studi longitudinal untuk menilai efektivitas integrasi model pendidikan tasawuf Ibn Taymiyya dalam kurikulum sekolah menengah umum dan pesantren, dengan meninjau perubahan sikap moderasi beragama pada peserta didik selama lima tahun; Eksplorasi kolaborasi antara metode tasawuf dan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk menciptakan platform pembelajaran interaktif yang menumbuhkan empati dan toleransi; Penelitian komparatif antara model pendidikan tasawuf Ibn Taymiyya dengan model tasawuf lainnya (misalnya Sufi Modern) dalam konteks multikultural Indonesia guna mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang paling efektif memperkuat moderasi beragama di masyarakat yang beragam.

Read online
File size609.33 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test