RCF INDONESIARCF INDONESIA

Journal of Science Education and Management BusinessJournal of Science Education and Management Business

Perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat telah membawa perubahan besar dalam praktik pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Salah satu inovasi yang paling berpengaruh adalah Human Resource Information System (HRIS), yang kini tidak sekadar berfungsi administratif, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk pengambilan keputusan berbasis data dan peningkatan kinerja organisasi. Selanjutnya, hadir konsep Human Resource 5.0, sebuah paradigma baru yang mengombinasikan kecerdasan buatan, big data, serta internet of things dengan pendekatan human-centric. Tujuan utamanya adalah memastikan efisiensi teknologi sejalan dengan kesejahteraan serta kontribusi manusia. Di samping itu, digitalisasi SDM membuka peluang otomatisasi proses, mempercepat komunikasi digital, serta mendukung inovasi dan daya saing perusahaan melalui analisis data. Studi ini menerapkan metode Systematic Literature Review berbasis PRISMA dengan menyeleksi artikel dari Scopus kuartil Q1–Q4 periode 2020–2025. Sebanyak 17 artikel dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menegaskan bahwa HRIS, Human Resource 5.0, dan digitalisasi SDM memberi dampak positif terhadap efektivitas, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan organisasi, meski masih terkendala anggaran, kesiapan digital, serta isu keamanan data.

Hasil kajian menunjukkan bahwa HRIS, Human Resource 5.0, serta digitalisasi SDM berperan krusial dalam mempercepat transformasi manjemen sumber daya manusia.HRIS kini tidak sekadar sarana administratif, tetapi berkembang menjadi instrumen strategis yang mendukung pengambilan keputusan dan peningkatan kinerja organisasi.0 menitikberatkan pada integrasi teknologi pintar (AI) dengan pendekatan berpusat pada manusia, sedangkan digitalisasi SDM menghadirkan otomatisasi, interaksi digital, dan pemanfaatan data untuk perubahan organisasi.Literatur juga menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital dibidang SDM sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam mengelola perubahan serta membangun kompetensi digital tenaga kerjanya.

Berdasarkan kajian literatur, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model integrasi antara HRIS, Human Resource 5.0, dan digitalisasi SDM dalam konteks organisasi yang berbeda, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti budaya organisasi, ukuran perusahaan, dan industri. Kedua, penelitian dapat menginvestigasi dampak penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam HRIS terhadap peningkatan kualitas pengambilan keputusan dan efektivitas program pelatihan dan pengembangan karyawan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran kepemimpinan digital dalam memfasilitasi adopsi dan implementasi HRIS, Human Resource 5.0, dan digitalisasi SDM, serta mengidentifikasi kompetensi-kompetensi kunci yang dibutuhkan oleh para pemimpin SDM di era digital. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja SDM dan mencapai keunggulan kompetitif di era transformasi digital yang berkelanjutan.

  1. Social Media: A (new) contested terrain between sousveillance and surveillance in the digital workplace... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ntwe.12206Social Media A new contested terrain between sousveillance and surveillance in the digital workplace onlinelibrary wiley doi 10 1111 ntwe 12206
Read online
File size560.58 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test