UNSURYAUNSURYA

JURNAL ILMIAH M-PROGRESSJURNAL ILMIAH M-PROGRESS

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh resilience, mentoring dan counseling terhadap kinerja karyawan melalui work life balance pada Perusahaan Kargo XYZ dan ABC yang nantinya dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya dalam lingkup manajemen sumber daya manusia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian literature review ini yaitu kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer, yang diperoleh dari kuesioner dengan skala pengukuran skala likert 1-5 (sangat tidak setuju-sangat setuju), yang diisi oleh seluruh karyawan pada Perusahaan Kargo XYZ dan ABC. Populasi penelitian ini sebanyak 127 karyawan pada perusahaan kargo XYZ dan ABC. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan Sampling Jenuh. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 127 karyawan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu SmartPLS 4.1.0.0. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan atas data-data primer yang diperoleh. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa: 1) Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Work Life Balance; 2) Mentoring berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Life Balance; 3) Counseling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Life Balance; 4) Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan; 5) Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan; 6) Counseling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan; 7) Work Life Balance tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan; 8) Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance; 9) Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance; dan 10) Counseling tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance.

Berdasarkan rumusan masalah, hasil dan pembahasan di atas, maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu.1) Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Work Life Balance.2) Mentoring berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Life Balance.3) Counseling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Life Balance.4) Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan.5) Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan.6) Counseling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan.7) Work Life Balance tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan.8) Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance.9) Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance.dan 10) Counseling tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan studi dengan melibatkan variabel-variabel lain yang mungkin mempengaruhi work life balance dan kinerja karyawan, seperti kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, atau dukungan sosial dari rekan kerja. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keseimbangan kehidupan kerja dan kinerja karyawan. Kedua, penelitian dapat menggunakan pendekatan metode penelitian yang berbeda, seperti metode kualitatif atau mixed methods, untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif karyawan terkait work life balance dan kinerja mereka. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih kaya dan mendalam tentang tantangan dan strategi yang digunakan karyawan untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang optimal. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan program intervensi yang dirancang untuk meningkatkan work life balance dan kinerja karyawan, seperti program pelatihan manajemen waktu, program konseling karir, atau program fleksibilitas kerja. Evaluasi efektivitas program-program ini dapat memberikan bukti empiris tentang bagaimana organisasi dapat mendukung kesejahteraan karyawan dan meningkatkan kinerja mereka secara berkelanjutan.

  1. Mentoring and Coaching Programs to Improve Performance Management | International Journal of Scientific... doi.org/10.55927/ijsmr.v1i5.4709Mentoring and Coaching Programs to Improve Performance Management International Journal of Scientific doi 10 55927 ijsmr v1i5 4709
  2. Pengaruh Work-life Balance terhadap Kinerja Karyawan yang di Mediasi Komitmen Organisasi | Jesya (Jurnal... stiealwashliyahsibolga.ac.id/jurnal/index.php/jesya/article/view/460Pengaruh Work life Balance terhadap Kinerja Karyawan yang di Mediasi Komitmen Organisasi Jesya Jurnal stiealwashliyahsibolga ac jurnal index php jesya article view 460
  3. Determinations of employee engagement and employee performance at international freight forwarding company... learning-gate.com/index.php/2576-8484/article/view/2080Determinations of employee engagement and employee performance at international freight forwarding company learning gate index php 2576 8484 article view 2080
Read online
File size347.46 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test