PROVISIPROVISI

Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan BisnisJurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Bisnis

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara mendasar cara pekerja muda di Indonesia menjalankan aktivitas profesional mereka. Transformasi kerja modern yang berbasis digital membawa fleksibilitas tinggi, namun juga menciptakan tekanan psikologis akibat kaburnya batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara digital-based work-life integration dan turnover intention pada pekerja muda Indonesia, dengan mempertimbangkan peran mediasi work-life balance dan stres kerja digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 250 responden dari berbagai sektor, seperti teknologi, keuangan digital, pendidikan daring, dan industri kreatif. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan skala Likert sebagai instrumen pengukuran variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kerja-kehidupan berbasis digital berpengaruh positif terhadap stres kerja digital dan berhubungan signifikan dengan niat berpindah kerja, sementara work-life balance terbukti dapat menurunkan kecenderungan tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas pemahaman mengenai dinamika integrasi digital dalam konteks tenaga kerja muda, serta menawarkan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi retensi yang adaptif terhadap era kerja fleksibel berbasis teknologi.

Penelitian ini menegaskan bahwa digital-based work-life integration merupakan faktor kunci yang memengaruhi turnover intention pekerja muda Indonesia dalam konteks transformasi kerja modern.Integrasi digital yang dikelola secara seimbang terbukti menurunkan kecenderungan berpindah kerja, sementara keterhubungan digital yang tidak terkendali berpotensi meningkatkan tekanan psikologis.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penegasan bahwa bagi pekerja muda Indonesia, fleksibilitas digital tidak secara otomatis bersifat negatif, melainkan menjadi sumber daya strategis apabila disertai kemampuan pengendalian diri.Secara praktis, temuan ini mengindikasikan pentingnya bagi organisasi untuk merancang kebijakan kerja berbasis teknologi yang tidak hanya fleksibel, tetapi juga mendukung batas kerja, kehidupan pribadi yang sehat guna memperkuat retensi tenaga kerja muda.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar kajian diperluas pada sektor dan wilayah yang lebih beragam, serta memasukkan variabel moderasi seperti organizational digital culture dan digital leadership. Selain itu, studi longitudinal menjadi penting untuk menangkap perubahan pola integrasi digital dan turnover intention seiring berkembangnya ekosistem kerja digital. Pendekatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana integrasi kerja-kehidupan berbasis digital dapat dikelola secara berkelanjutan dalam konteks dunia kerja modern.

  1. The Enhancing Cybersecurity with AI Algorithms and Big Data Analytics: Challenges and Solutions | Journal... doi.org/10.51903/jtie.v3i3.200The Enhancing Cybersecurity with AI Algorithms and Big Data Analytics Challenges and Solutions Journal doi 10 51903 jtie v3i3 200
Read online
File size512.92 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test