POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan IlmiahNASUWAKES: Jurnal Kesehatan IlmiahStunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting diantaranya ialah pola makan dan Picky Eating. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Makan dan Picky Eating dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong. Pada penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita berjumlah 224 orang. Sampel ada penelitian ini berjumlah 143 orang. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p value 0.001 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu tidak berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa ρ value< α maka hipotesis Ha1 diterima dan Ho1 ditolak yang berarti ada hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p value 0.000 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa ρ value< α maka hipotesis Ha2 diterima dan Ho2 ditolak yang berarti ada hubungan picky eating dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pola makan dan picky eating dengan kejadian stunting.
Berdasarkan hasil penelitian dengan jumlah responden 143 orang, mengenai Hubungan Pola Makan dan Picky Eating dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting di Kota Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe p value =0,000, serta hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara picky eating dengan kejadian stunting di Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran dapat dibuat. Pertama, bagi Puskesmas, diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pola makan dan picky eating dengan kejadian stunting. Kedua, peneliti diharapkan agar mengembangkan suatu intervensi terkait pola makan dan picky eating dengan kejadian stunting. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap stunting, seperti sanitasi lingkungan dan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program edukasi yang lebih efektif dan disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat, guna meningkatkan kesadaran dan praktik pola makan yang sehat pada keluarga balita.
| File size | 237.38 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Kegiatan dilakukan pada tanggal 13 Juli 2024 di RT 03 Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Padang dengan sasaran 12 Ibu yang memiliki anak usia balita.Kegiatan dilakukan pada tanggal 13 Juli 2024 di RT 03 Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Padang dengan sasaran 12 Ibu yang memiliki anak usia balita.
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Gaya hidup sehat terbukti berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan risiko stroke. Diperlukan edukasi dan intervensi gaya hidup sebagai bagianGaya hidup sehat terbukti berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan risiko stroke. Diperlukan edukasi dan intervensi gaya hidup sebagai bagian
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Pada usia 1–2 tahun merupakan periode emas perkembangan otak, di mana stimulasi bahasa yang tepat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menentukanPada usia 1–2 tahun merupakan periode emas perkembangan otak, di mana stimulasi bahasa yang tepat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode pre-eksperimen, perencanaan yang digunakan adalah one grup, pretest dan posttestpenelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode pre-eksperimen, perencanaan yang digunakan adalah one grup, pretest dan posttest
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Hasil penelitian didapatkan usia balita p Value = 0,04 OR 0,32, jenis kelamin p Value = 0,90, berat badan lahir p Value = 0,48, ASI ekslusif nilai p ValueHasil penelitian didapatkan usia balita p Value = 0,04 OR 0,32, jenis kelamin p Value = 0,90, berat badan lahir p Value = 0,48, ASI ekslusif nilai p Value
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Rancangan penelitian Crossectional dengan jumlah sampel 124. Instrument penelitian yang digunakan pengukuran kelembaban dengan termohygrometer dan kuesioner.Rancangan penelitian Crossectional dengan jumlah sampel 124. Instrument penelitian yang digunakan pengukuran kelembaban dengan termohygrometer dan kuesioner.
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Jenis penelitian ini adalah Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. SampelJenis penelitian ini adalah Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Sampel
MAHARDIKAMAHARDIKA Metode deskriptif analitik dilakukan pada 64 ibu yang pernah melahirkan di wilayah tersebut. Analisis statistik menunjukkan usia ibu dan jarak kehamilanMetode deskriptif analitik dilakukan pada 64 ibu yang pernah melahirkan di wilayah tersebut. Analisis statistik menunjukkan usia ibu dan jarak kehamilan
Useful /
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan hasil 83,3% lansia hipertensi mengalami peningkatan pengetahuan tentang hipertensi.Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan hasil 83,3% lansia hipertensi mengalami peningkatan pengetahuan tentang hipertensi.
UNIPAUNIPA Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi daun, batang muda, pucuk, bunga muda, dan umbi dengan cara pengolahan seperti ditumis, direbus, dijadikan sayurBagian tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi daun, batang muda, pucuk, bunga muda, dan umbi dengan cara pengolahan seperti ditumis, direbus, dijadikan sayur
UNIPAUNIPA Ukuran pertama kali matang gonad betina lebih besar dibandingkan jantan, serta nilai fekunditas berkisar antara 194 - 361 butir telur dengan hubungan yangUkuran pertama kali matang gonad betina lebih besar dibandingkan jantan, serta nilai fekunditas berkisar antara 194 - 361 butir telur dengan hubungan yang
MAHARDIKAMAHARDIKA Mayoritas ibu memiliki pengetahuan gizi yang baik, sebagian besar memberikan ASI eksklusif, dan pola waktu pemberian makanan pendamping ASI tepat. SebagianMayoritas ibu memiliki pengetahuan gizi yang baik, sebagian besar memberikan ASI eksklusif, dan pola waktu pemberian makanan pendamping ASI tepat. Sebagian