UNTAG SMDUNTAG SMD

KURVA MAHASISWAKURVA MAHASISWA

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko tinggi terhadap kejadian gempa bumi. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu direncanakan struktur tahan gempa, seperti Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus, dan faktor reduksi gempa merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam perencanaan struktur tahan gempa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh, hubungan dan perubahan pada penulangan akibat variasi yang ditentukan. Model matematis struktur SRPMK pada beban gempa meliputi statik ekuivalen dan respons spectrum dengan bantuan program SAP2000, dan analisa regresi menggunakan bantuan program microsoft excel. Hasil pemodelan menunjukan penurunan nilai gaya dalam yang tidak signifikan, gaya aksial = 0,63%, gaya geser = 0,002% dan momen lentur = 0,003%. Didapatkan model persamaan regresi pada gaya aksial (y=0,0001x 0,4846) (R2=0,067), gaya geser (y=0,0008x 0,6482) (R2=0,0394), gaya momen (y=0,0015x 0,2728) (R2=0,0304), maka semua nilai interpretasi dinyatakan Tidak Berkorelasi. Hasil perhitungan komponen struktur tidak mengalami perubahan kebutuhan tulangan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis model matematis akibat variasi faktor reduksi beban hidup pada sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) menunjukkan pengaruh yang tidak terlalu signifikan terhadap gaya dalam yang terjadi.Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan hubungan yang lemah antara variasi faktor reduksi beban hidup dan nilai gaya dalam, dengan nilai R-squared antara 3,04% hingga 6,7%.Kebutuhan penulangan komponen struktur beton bertulang akibat variasi faktor reduksi beban hidup pada SRPMK tidak mengalami perubahan.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji dan memvalidasi model regresi yang dihasilkan dalam penelitian ini, guna memahami lebih dalam hubungan antara variasi faktor reduksi beban hidup dan gaya dalam pada struktur SRPMK. Selain itu, penting untuk melakukan analisis lebih komprehensif terhadap kebutuhan penulangan pada komponen sekunder struktur, seperti tangga dan pelat lantai, serta perencanaan pondasi yang sesuai dengan kondisi tanah dan beban yang bekerja. Lebih lanjut, studi dapat diperluas dengan mempertimbangkan pengaruh parameter lain seperti jenis material, konfigurasi struktur, dan lokasi gempa terhadap kinerja struktur SRPMK. Penelitian ini dapat juga difokuskan pada pengembangan metode analisis yang lebih akurat dan efisien untuk memprediksi respons struktur terhadap beban gempa, serta merumuskan rekomendasi desain yang optimal untuk meningkatkan ketahanan struktur terhadap gempa bumi. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan bangunan di wilayah rawan gempa.

Read online
File size276.29 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test