UNTAG SMDUNTAG SMD
KURVA MAHASISWAKURVA MAHASISWASeiring berjalannya waktu pembangunan perumahan dan ruko-ruko terjadi sangat pesat di jalan A.W. Syahranie. Selain masalah pesatnya pembangunan, ada masalah lain yang harus dicari solusinya yaitu masalah saluran drainase yang mengalami penurunan kapasitas daya tampung akibat sampah dan sedimentasi yang tinggi. Untuk menangani permasalahan banjir di jalan A.W. Syahranie ini perlu ditinjau kondisi eksisting saluran dengan menghitung hujan rancangan dengan metode Gumbel, kemudian menghitung debit banjir rancangan dengan metode Manning. Hasil penelitian menunjukkan dalam jangka waktu 10 tahun seluruh saluran tidak mampu menampung debit air, sehingga diperlukan perubahan dimensi yang lebih besar yaitu lebar 2,30 m dan tinggi 2,70 m.
Analisis menunjukkan bahwa debit banjir rancangan pada periode 2, 5, 10, dan 25 tahun di jalan A.dan 16,260 m³/detik, sedangkan kapasitas saluran eksisting hanya 2,872–8,933 m³/detik sehingga tidak mencukupi.Untuk periode ulang 10 tahun, kapasitas saluran yang ada tidak dapat menampung debit rancangan.Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian dimensi saluran terbuka menjadi lebar bawah 2,00 m, lebar atas 2,25 m, tinggi 2,70 m dengan penampang trapesium.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana variasi skenario perubahan iklim memengaruhi kebutuhan dimensi saluran drainase di Jalan A.W. Syahranie, dengan menggunakan model hidrolik terintegrasi untuk menentukan desain optimal yang tahan terhadap intensitas hujan ekstrem. Selanjutnya, perlu dilakukan studi eksperimental mengenai penerapan infrastruktur hijau, seperti bio‑retensi, kanal vegetatif, dan permukaan permeabel, untuk menilai kontribusinya dalam mengurangi akumulasi sedimentasi serta meningkatkan kapasitas penyerapan air hujan di daerah perkotaan. Penelitian ketiga dapat mengembangkan sistem informasi geografis (SIG) berbasis multi‑kriteria yang mengintegrasikan data penggunaan lahan, sifat tanah, dan jaringan drainase, untuk merumuskan pedoman tata guna lahan yang meminimalkan risiko banjir pada wilayah sekitar Jalan A.W. Syahranie. Analisis komparatif antara alternatif‑alternatif tersebut akan memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti bagi pemerintah kota dalam meningkatkan resilien sistem drainase. Akhirnya, evaluasi biaya‑manfaat dari setiap strategi akan membantu menentukan prioritas investasi pada proyek‑proyek mitigasi banjir.
| File size | 322.07 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTAG SMDUNTAG SMD Saluran drainase jalan Patimura menuju saluran Jalan Mas Penghulu alirannya langsung menuju ke Sungai Mahakam, sehingga merupakan saluran yang menjadiSaluran drainase jalan Patimura menuju saluran Jalan Mas Penghulu alirannya langsung menuju ke Sungai Mahakam, sehingga merupakan saluran yang menjadi
UNTAG SMDUNTAG SMD Salah satu solusi alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi dalam mengatasi simpangan horisontal adalah denganSalah satu solusi alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi dalam mengatasi simpangan horisontal adalah dengan
UNTAG SMDUNTAG SMD Pada tipe Gravitasi Metode Rankine nilai stabilitas gaya terhadap guling sebesar 1,760 ≥ 2 ( Tidak aman ), stabilitas terhadap geser sebesar 1,609 ≥Pada tipe Gravitasi Metode Rankine nilai stabilitas gaya terhadap guling sebesar 1,760 ≥ 2 ( Tidak aman ), stabilitas terhadap geser sebesar 1,609 ≥
UNTAG SMDUNTAG SMD Dimensi saluran drainase ekonomis yang direkomendasikan untuk menampung debit banjir rancangan 10 tahun hingga tahun 2027 adalah lebar dasar 2,0 m, tinggiDimensi saluran drainase ekonomis yang direkomendasikan untuk menampung debit banjir rancangan 10 tahun hingga tahun 2027 adalah lebar dasar 2,0 m, tinggi
UNTAG SMDUNTAG SMD Keledang tidak mencukupi debit banjir kala ulang 10 tahun sehingga diperlukan solusi dari kajian tersebut dengan mengubah dimensi saluran didasari perhitunganKeledang tidak mencukupi debit banjir kala ulang 10 tahun sehingga diperlukan solusi dari kajian tersebut dengan mengubah dimensi saluran didasari perhitungan
UNTAG SMDUNTAG SMD - Saluran 1 = 1,990 m3/detik - Saluran 2 = 1,546 m3/detik - Saluran 3 = 1,578 m3/detik. Perlu adanya perubahan jenis penampang saluran dengan menggunakan- Saluran 1 = 1,990 m3/detik - Saluran 2 = 1,546 m3/detik - Saluran 3 = 1,578 m3/detik. Perlu adanya perubahan jenis penampang saluran dengan menggunakan
UNTAG SMDUNTAG SMD Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten terletak di Sangatta yang memiliki luas wilayah 35.747,50Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten terletak di Sangatta yang memiliki luas wilayah 35.747,50
UNTAG SMDUNTAG SMD Kota Balikpapan memiliki topografi bergelombang, sehingga beberapa segmen jalan berada di lereng. Faktor alam seperti hujan dan aliran air tanah menyebabkanKota Balikpapan memiliki topografi bergelombang, sehingga beberapa segmen jalan berada di lereng. Faktor alam seperti hujan dan aliran air tanah menyebabkan
Useful /
UIBUUIBU Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metode pembelajaran inovatif dan relevan dengan masyarakat serta dapat menjadi referensiPenelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metode pembelajaran inovatif dan relevan dengan masyarakat serta dapat menjadi referensi
UNTAG SMDUNTAG SMD Drainase yang kurang baik akan mengakibatkan berbagai macam masalah yang bisa merugikan manusia itu sendiri. Salah satunya adalah masalah banjir atau genanganDrainase yang kurang baik akan mengakibatkan berbagai macam masalah yang bisa merugikan manusia itu sendiri. Salah satunya adalah masalah banjir atau genangan
UNTAG SMDUNTAG SMD Jembatan Kembar Mahakam IV di Samarinda adalah jembatan tipe Arch atau pelengkung baja yang berada tepat bersebelahan dengan Jembatan Mahakam I denganJembatan Kembar Mahakam IV di Samarinda adalah jembatan tipe Arch atau pelengkung baja yang berada tepat bersebelahan dengan Jembatan Mahakam I dengan
UNTAG SMDUNTAG SMD Untuk mengatasi hal tersebut, perlu direncanakan struktur tahan gempa, seperti Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus, dan faktor reduksi gempa merupakan halUntuk mengatasi hal tersebut, perlu direncanakan struktur tahan gempa, seperti Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus, dan faktor reduksi gempa merupakan hal