STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG

SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenSESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Pandangan Orthodoks mengakui bahwa Alkitab merupakan firman Allah yang berotoritas serta sebagai standar kebenaran. Namun pada kenyataanya ada juga pandangan-pandangan dari para filsuf modern dan para teolog liberal menolak anggapan ini. Menurut mereka Alkitab memiliki kesalahan-kesalahan serta ketidaksesuaian-ketidaksesuaian baik dalam hal sejarah maupun Ilmu pengetahuan. Singkatnya, Alkitab bertentangan dengan Ilmu pengetahuan. Anggapan bahwa Alkitab memiliki kesalahan karena ditulis oleh manusia yang memiliki keterbatasan dan kelemahan. Sehingga di dalam penelitian ini, peneliti bertujuan memberikan elaborasi untuk mengkaji pandangan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah library research dengan pendekatan biblis-sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua anggapan para filsuf modern dan teolog liberal ditolak karena di dalam Alkitab tidak terdapat kesalahan (innerancy). Sebab para nabi maupun rasul secara langsung mendapatkan pengilhaman dari Roh Kudus untuk menuliskan firman sehingga tidak mungkin terdapat kesalahan. Kesalahan yang ada hanyalah terdapat pada naskah salinan-salinan bukan pada naskah asli (autografe). Selain itu juga kurangnya memperhatikan teks dan konteks, serta prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab membuat salah memahami maksud firman Tuhan. Dengan demikian Alkitab tidak bertentangan dengan sejarah maupun ilmu pengetahuan melainkan semakin meneguhkan kebenarannya.

Alkitab adalah firman Allah yang berotoritas dan taksalah, diilhami secara organis oleh Roh Kudus kepada para penulis manusia.Ketidaksesuaian yang tampak dalam Alkitab seringkali berasal dari kesalahan penyalinan naskah, kebutuhan rekonstruksi teks, atau kurangnya pemahaman terhadap prinsip penafsiran dan genre sastra Alkitab.Dengan demikian, tuduhan para filsuf modern dan teolog liberal mengenai ketidaksesuaian Alkitab dengan ilmu pengetahuan dan sejarah tidak berdasar, menegaskan bahwa Alkitab layak dipercaya sebagai pedoman iman.

Penelitian ini telah berhasil menegaskan kembali ketaksalahan Alkitab di tengah kritik modern, namun penting untuk terus mengembangkan pemahaman ini agar lebih relevan dan mudah diakses oleh khalayak luas. Oleh karena itu, disarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya diskursus ini. Pertama, perlu dilakukan studi untuk mengembangkan panduan praktis atau materi edukasi digital yang dirancang khusus untuk masyarakat umum, yang secara sederhana menjelaskan perbedaan genre sastra Alkitab dan konteks budaya-historisnya. Hal ini akan membekali pembaca awam dengan alat interpretasi yang tepat, membantu mereka mengatasi kebingungan terhadap ketidaksesuaian yang tampak dan memperkuat keyakinan akan keautentikan teks suci. Kedua, mengingat arus informasi yang cepat di era digital, penelitian lanjutan dapat menganalisis bagaimana narasi-narasi kritis terhadap Alkitab, baik yang berasal dari filsafat modern maupun teologi liberal, tersebar dan membentuk persepsi di platform media sosial. Pemahaman ini akan memungkinkan pengembangan strategi komunikasi yang efektif untuk menyajikan penjelasan yang kuat dan berbasis bukti kepada generasi masa kini. Ketiga, untuk semakin meneguhkan keandalan Alkitab, sebuah studi komparatif mengenai praktik transmisi dan pelestarian teks-teks kuno Alkitab dengan dokumen-dokumen penting dari peradaban kuno lainnya akan sangat bermanfaat. Penelitian ini dapat menyoroti tingkat ketelitian dalam penyalinan naskah Alkitab, menunjukkan bahwa variasi minor dalam salinan tidak mengurangi integritas atau otoritas naskah aslinya, dan menginspirasi apresiasi yang lebih dalam terhadap proses pelestarian firman Tuhan sepanjang sejarah.

Read online
File size500.89 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test