DAARULHUDADAARULHUDA

Indonesian Journal of Educational ResearchIndonesian Journal of Educational Research

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program pojok baca di SDN 13 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menganalisis dampaknya terhadap minat membaca siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan informan kepala sekolah, tiga guru kelas, dan beberapa siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pojok baca telah diterapkan di setiap kelas sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah, didukung pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Program ini memberikan dampak positif terhadap minat membaca siswa, terlihat dari meningkatnya frekuensi membaca, penguasaan kosakata, kebiasaan berdiskusi, serta tumbuhnya kebiasaan berbagi buku antarsiswa. Keberhasilan program didukung oleh komitmen kepala sekolah, kreativitas guru, dan dukungan orang tua, namun masih terkendala keterbatasan koleksi buku, minimnya pembaruan bahan bacaan, persaingan dengan penggunaan gawai, serta belum adanya evaluasi program secara rutin. Keberlanjutan program memerlukan sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya.

Program pojok baca di SDN 13 Koto Baru berhasil diimplementasikan sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah, memberikan kebiasaan membaca terstruktur, koleksi buku beragam, dan dukungan aktif guru yang meningkatkan minat membaca siswa.Dampak positif terlihat pada peningkatan frekuensi membaca, kemampuan memahami isi bacaan, serta terbentuknya komunitas pembaca di kelas.Namun, keterbatasan koleksi buku, kurangnya pembaruan bahan bacaan, persaingan dengan gawai, dan belum adanya evaluasi rutin menjadi hambatan, sehingga keberlanjutan program memerlukan kolaborasi lebih kuat antara sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan serta mekanisme evaluasi berkala.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi elemen gamifikasi dalam kegiatan membaca di pojok baca memengaruhi motivasi dan minat membaca siswa dibandingkan dengan pendekatan tradisional, sehingga memberikan wawasan tentang strategi pembelajaran yang lebih menarik bagi generasi digital. Selain itu, studi komparatif antara sekolah yang menerapkan rotasi koleksi buku secara periodik dengan dukungan perpustakaan daerah dapat menilai efek peningkatan variasi bacaan terhadap peningkatan minat baca dan kemampuan literasi, memperluas pemahaman tentang manfaat kolaborasi antar institusi pendidikan. Selanjutnya, penelitian tentang peran platform membaca digital yang diawasi orang tua versus buku fisik dalam mengurangi kompetisi gawai dapat mengidentifikasi pendekatan terbaik untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dan membaca tradisional, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan bagi sekolah dan keluarga dalam mengoptimalkan lingkungan literasi.

  1. Implementasi Minat Membaca melalui Program Pojok Baca di SDN 13 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya | Zenodo.... doi.org/10.5281/zenodo.21722263Implementasi Minat Membaca melalui Program Pojok Baca di SDN 13 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya Zenodo doi 10 5281 zenodo 21722263
Read online
File size256.56 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test