MITRAHUSADAMITRAHUSADA
Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery JournalProgram Kesehatan Reproduksi Remaja difokuskan pada empat sasaran utama yaitu: Peningkatan komitmen terhadap program KRR, Komunikasi perubahan perilaku remaja, Peningkatan kemitraan dan kerjasama dalam program KRR dan Peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan Pusat Informasi dan Konseling KRR (PIK-KRR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil evaluasi bagaimana pelaksanaan PIK-KRR SMK di Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan setelah adanya PIK-KRR. Sampel pada penelitian adalah 20 SMK yang telah melaksanakan program PIK-KRR dengan metode pengambilan sampel accidental sampling dan analisa data distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukan pada PIK-KRR melakukan sarasehan bagi anggota kelompok remaja 75%, 60% pimpinan/kepala sekolah memberi dukungan dan persetujuan, penyusunan program kegiatan PIK-KRR 55%, kegiatan jambore remaja 60%, advokasi untuk meningkatkan kualitas dan keberlangsungan PIK-KRR didapatkan dari hasil bahwa 70%, jaringan keterlibatan 70%, media cetak dan elektronik 70%, meresmikan pembentukan PIK-KRR 60%, jadwal rutin pertemuan minimal 1 bulan sekali 55%, informasi KRR oleh pendidik sebaya kepada guru didapatkan 75%, pendidik sebaya dan konselor sebaya, tenaga medis, psikolog dan tenaga ahli lainnya yang datang secara terjadwal 65%, ruangan khusus tempat pelayanan dan ruang pertemuan PIK-KRR 55%, 50% membuat laporan, informasi dan konseling KRR di luar tempat PIK-KRR ini dapat dilakukan dengan cara penyuluhan 70%, mengirimkan kader untuk pelatihan bagi pengelola, calon pendidik sebaya dan konselor sebaya 65%. Berdasarkan pelaksanaan PIK-KRR diperoleh hasil bahwa hanya 75% yang telah melaksanakan PIK-KRR dengan baik. Disarankan dari hasil penelitian ini agar melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai manfaat dibentuknya atau dilaksanakannya PIK-KRR disekolah-sekolah.
Pelaksanaan PIK-KRR di lingkungan sekolah di Medan Tahun 2025 dapat dilihat pelaksanaannya berjalan dengan baik dengan kriteria 15 item, termasuk sarasehan, dukungan pimpinan, penyusunan program, advokasi, jaringan kerja sama, penggunaan media, dan pelatihan kader.Namun, sebagian SMK belum melaksanakan program sesuai dengan ketentuan.Dengan demikian, diperlukan evaluasi dan pemantauan terus-menerus serta peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya remaja, tentang pentingnya PIK-KRR untuk menjamin kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku berisiko.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas pendidik sebaya dalam meningkatkan partisipasi remaja di PIK-KRR, dampak penggunaan media cetak dan elektronik terhadap kesadaran remaja tentang kesehatan reproduksi, serta peran orang tua dalam mendukung program PIK-KRR di sekolah. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut tentang pengaruh pelatihan kader terhadap kualitas pelayanan PIK-KRR dan keterlibatan lembaga pemerintah dalam memastikan keberlanjutan program ini. Penelitian juga dapat mengeksplorasi tantangan di daerah pedesaan atau sekolah dengan sumber daya terbatas untuk membandingkan pelaksanaan PIK-KRR di berbagai wilayah.
| File size | 334.37 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Setelah itu diinduksikan cisplatin. Analisis data dilakukan menggunakan uji one way ANOVA dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian pada skoring kerusakanSetelah itu diinduksikan cisplatin. Analisis data dilakukan menggunakan uji one way ANOVA dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian pada skoring kerusakan
JMI UPIYPTKJMI UPIYPTK Mitra Program Pemberdayaan Komunitas Pemula (PMP) adalah Sekolah Dasar ITQ AR‑Rahman di Kota Bima, yang berkomitmen pada visi menghasilkan generasi yangMitra Program Pemberdayaan Komunitas Pemula (PMP) adalah Sekolah Dasar ITQ AR‑Rahman di Kota Bima, yang berkomitmen pada visi menghasilkan generasi yang
STIKMKSSTIKMKS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), pelatihan K3, penilaian risiko, dan kesadaranPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), pelatihan K3, penilaian risiko, dan kesadaran
MITRAHUSADAMITRAHUSADA 3%) memiliki pengetahuan tidak baik terhadap perawatan lanjutan bayi prematur. Sikap yang dimiliki ibu menunjukan bahwa dari 30 responden (63. 3%) memiliki3%) memiliki pengetahuan tidak baik terhadap perawatan lanjutan bayi prematur. Sikap yang dimiliki ibu menunjukan bahwa dari 30 responden (63. 3%) memiliki
UMTSUMTS Penelitian ini membahas implementasi Program Si Eling oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung sebagai bagian dari upaya promosi dan edukasi kesehatan terkaitPenelitian ini membahas implementasi Program Si Eling oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung sebagai bagian dari upaya promosi dan edukasi kesehatan terkait
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Terdapat sembilan tema yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu faktor demografi, faktor riwayat obstetri, dan faktor risiko obstetri. Kesimpulan dariTerdapat sembilan tema yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu faktor demografi, faktor riwayat obstetri, dan faktor risiko obstetri. Kesimpulan dari
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi kemoterapi pada penderita nasofaring sebagian besar sebanyak 2 kali, 4 kali, dan 5 kali masing-masingHasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi kemoterapi pada penderita nasofaring sebagian besar sebanyak 2 kali, 4 kali, dan 5 kali masing-masing
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pre‑test and post‑test, melibatkan 87 responden yang diberikan pre‑testMetode penelitian bersifat kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pre‑test and post‑test, melibatkan 87 responden yang diberikan pre‑test
Useful /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA 0 %) merasakan Lancar. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Bahwa mayoritas Ibu yang Pijat oksitosin yaitu 16 responden0 %) merasakan Lancar. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Bahwa mayoritas Ibu yang Pijat oksitosin yaitu 16 responden
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Walaupun demikian, sebagian besar bidan sudah mengetahui tentang inisiasi menyusu dini dan sebagian besar bidan sudah melaksanakan inisiasi menyusu dini.Walaupun demikian, sebagian besar bidan sudah mengetahui tentang inisiasi menyusu dini dan sebagian besar bidan sudah melaksanakan inisiasi menyusu dini.
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas Brain Gym terhadap stres pada penderita Diabetes Melitus di UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat. PenelitianTujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas Brain Gym terhadap stres pada penderita Diabetes Melitus di UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat. Penelitian
GLOBALECONEDUGLOBALECONEDU Ini adalah bantuan besar bagi pasien yang membutuhkan sistem pemantauan denyut jantung karena data dapat diakses lebih cepat di mana saja, kapan saja menggunakanIni adalah bantuan besar bagi pasien yang membutuhkan sistem pemantauan denyut jantung karena data dapat diakses lebih cepat di mana saja, kapan saja menggunakan