UWHSUWHS

Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi

Persentase lemak tubuh yang berlebihan dapat banyak memicu risiko dan masalah kesehatan serta berujung mendatangkan penyakit kronis. Diperlukan upaya preventif terhadap peningkatan persentase lemak tubuh salah satunya dengan menerapkan latihan pada kategori pre-obesitas, seperti pengaturan pola makan dan keterlibatan dalam aktivitas fisik yang memadai. Satu dari kegiatan fisik yang dapat dijalankan yakni Tabata Workout. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Tabata Workout dalam mengurangi persentase lemak tubuh pada mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura. Sampel terdiri dari 19 mahasiswa dengan desain penelitian pre- eksperimental menggunakan one group pre-test post-test design. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, eksklusi, dan drop out yang telah ditetapkan. Pengukuran ketebalan lemak menggunakan skinfold caliper. Hasil uji analisis deskriptif menunjukan penurunan nilai lemak dari rata-rata 24,97 saat pre-test menjadi rata-rata 22,95 saat post-test. Uji hipotesis dengan Paired Sample T-test menunjukan signifikan p=0,000 (p <0,05), sehingga dapat disimpulkan latihan Tabata Workout yang dilakukan 3 kali per minggu selama 4 minggu efektif menurunkan persentase lemak tubuh mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura sebesar 8,1%. Tabata Workout dapat menjadi pilihan latihan yang tepat untuk mengatasi peningkatan persentase lemak tubuh.

Latihan Tabata Workout yang dilakukan tiga kali per minggu selama empat minggu terbukti efektif menurunkan persentase lemak tubuh mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura.Rata‑rata lemak tubuh menurun dari 24,97 % sebelum intervensi menjadi 22,95 %, menunjukkan penurunan sebesar 8,1 % pada tiga titik pengukuran.Dengan memperhitungkan Minimal Detectable Change (MDC) sebesar 1,74 % pada instrumen Skinfold Caliper, rentang penurunan praktis diperkirakan antara 6,36 % hingga 9,84 %.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti perbandingan efektivitas Tabata Workout dengan protokol HIIT lain atau latihan aerobik tradisional dalam menurunkan persentase lemak tubuh pada mahasiswa pre‑obesitas pria, sehingga dapat diketahui apakah terdapat perbedaan hasil berdasarkan jenis kelamin atau tipe latihan. Selain itu, penting untuk melakukan studi longitudinal yang memantau keberlanjutan penurunan lemak setelah program Tabata Workout selesai, misalnya dengan melakukan evaluasi pada 6 dan 12 bulan pasca‑intervensi untuk menilai apakah penurunan lemak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Selanjutnya, kombinasi antara konseling nutrisi dan program Tabata Workout dapat dieksplorasi untuk melihat apakah penambahan edukasi gizi meningkatkan efek penurunan lemak dan memperbaiki indikator metabolik seperti kadar glukosa dan profil lipid pada mahasiswa pre‑obesitas.

  1. Penurunan Persentase Lemak Tubuh Dengan Tabata Workout Pada Mahasiswa Pre-Obesitas | Jurnal Fisioterapi... doi.org/10.33660/jfrwhs.v9i2.434Penurunan Persentase Lemak Tubuh Dengan Tabata Workout Pada Mahasiswa Pre Obesitas Jurnal Fisioterapi doi 10 33660 jfrwhs v9i2 434
Read online
File size675.34 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test