AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA

JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)

Risiko perilaku kekerasan dalam diagnosis keperawatan umumnya timbul karena agresivitas yang sering dikaitkan dengan individu penderita skizofrenia. Afek dan emosi pada pasien skizofrenia memengaruhi perilaku seperti gerakan tangan dan tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara yang dapat terlihat jelas saat seseorang mengungkapkan dan mengalami perasaan serta emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan de-eskalasi dengan latihan menulis ekspresif dalam mengurangi tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Klien dalam studi kasus ini adalah seorang wanita berusia 23 tahun dengan skizofrenia. Terapi yang diberikan meliputi intervensi perawat generalis dan penerapan Emotional Experience Writing sebagai bentuk de-eskalasi. Emotional Experience Writing merupakan bagian dari terapi ekspresif yang digunakan untuk membantu pemulihan dan meningkatkan kesehatan mental. Teknik ini dikembangkan dari terapi menulis ekspresif yang diterapkan dalam konseling, psikoterapi, dan rehabilitasi. Prosedur implementasi Emotional Experience Writing juga didasarkan pada penulisan ekspresif yang berorientasi pada pengungkapan pengalaman emosional. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar evaluasi tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan yang dikembangkan oleh Departemen Keperawatan Jiwa, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Emotional Experience Writing efektif dalam mengurangi tanda dan gejala pada klien dengan risiko perilaku kekerasan. Latihan Emotional Experience Writing direkomendasikan sebagai intervensi de-eskalasi alternatif, terutama bagi klien dengan risiko perilaku kekerasan.

A dengan diagnosis risiko perilaku kekerasan, yang menunjukkan beragam tanda dan gejala.Intervensi keperawatan generalis dan latihan Emotional Experience Writing telah diterapkan untuk mengelola kondisi tersebut.Hasilnya menunjukkan bahwa Emotional Experience Writing efektif mengurangi tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan, meskipun beberapa gejala seperti iritabilitas dan dominasi percakapan masih ditemukan hingga akhir intervensi.

Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan untuk memperkaya pemahaman kita tentang efektivitas intervensi ini. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti lebih lanjut bagaimana efektivitas Emotional Experience Writing (EEW) jika dikombinasikan dengan intervensi keperawatan lain yang sudah umum, seperti pelatihan relaksasi atau manajemen kemarahan. Penelitian ini bisa membandingkan hasilnya antara kelompok yang hanya menerima EEW, kelompok yang hanya menerima intervensi umum, dan kelompok yang menerima kombinasi keduanya, untuk melihat apakah pendekatan gabungan dapat memberikan pengurangan gejala perilaku kekerasan yang lebih signifikan pada pasien skizofrenia. Kedua, mengingat studi ini berfokus pada periode intervensi, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari EEW. Bagaimana kemampuan pasien mengelola emosi dan mengurangi risiko perilaku kekerasan beberapa bulan setelah terapi dihentikan? Studi tindak lanjut akan memberikan gambaran menyeluruh tentang keberlanjutan manfaat terapi ini di kehidupan sehari-hari pasien. Ketiga, karena penelitian ini merupakan studi kasus tunggal, akan sangat penting untuk melakukan penelitian dengan skala yang lebih besar dan beragam. Studi selanjutnya bisa melibatkan lebih banyak pasien skizofrenia dengan karakteristik usia, tingkat keparahan penyakit, dan latar belakang sosial yang bervariasi. Hal ini akan membantu mengidentifikasi karakteristik pasien yang paling mendapatkan manfaat dari EEW, sehingga intervensi dapat diterapkan secara lebih tepat sasaran. Ketiga saran ini diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah dan panduan praktik keperawatan jiwa di masa depan.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/h0080025APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 h0080025
Read online
File size85.2 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test