UGMUGM
Jurnal Studi PemudaJurnal Studi PemudaMeskipun Putusan Mahkamah Konstitusi No. 97/PUU-XIV/2016 menegaskan hak konstitusional mereka, pemenuhan akses pendidikan bagi pemuda penghayat kepercayaan asli masih menjadi isu krusial di Indonesia. Hambatan utamanya meliputi diskriminasi administratif, ketiadaan kurikulum yang relevan, dan stigma sosial yang membatasi pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan sosio-legal, historis, dan perundang-undangan, memanfaatkan Hukum Progresif dan Teori Pengakuan sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua dan pejabat pendidikan di Sumba, di samping analisis bahan hukum primer dan sekunder. Temuan mengungkapkan kesenjangan tajam antara legitimasi yuridis dan implementasi di lapangan, di mana pemuda Marapu menghadapi diskriminasi struktural dan misrecognition sosial. Formalisme birokrasi memaksa koersi identitas, sementara kurikulum eksklusif mengasingkan siswa. Akibatnya, penelitian ini merekomendasikan transformasi hukum progresif melalui terobosan kebijakan dan penguatan pengakuan sosio-kultural untuk mencapai pendidikan inklusif yang substantif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi pemuda penghayat kepercayaan Marapu di Sumba mengalami asimetri kebijakan, di mana kemajuan administrasi kependudukan kontras dengan stagnasi di sektor pendidikan akibat formalisme birokrasi.Ketiadaan integrasi data antara sistem kependudukan dan pendidikan memaksa siswa melakukan kompromi identitas untuk bersekolah, menunjukkan diskriminasi struktural dan kultural yang mencederai amanat konstitusi.Hal ini, dalam perspektif hukum progresif dan teori pengakuan, merusak integritas personal pemuda Marapu melalui pengingkaran dukungan afektif, status hukum setara, dan solidaritas sosial.
Penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah mendalami bagaimana kebijakan teknis dan integrasi sistem data antarlembaga, seperti sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), secara efektif memengaruhi praktik koersi identitas di sekolah. Ini termasuk meneliti dampak langsung dari penyediaan opsi Kepercayaan Terhadap Tuhan YME di formulir pendaftaran terhadap pilihan identitas siswa dan kesejahteraan psikologis mereka, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempercepat atau menghambat implementasi penuh kebijakan tersebut di berbagai wilayah. Selanjutnya, penting untuk mengeksplorasi model pengembangan kurikulum pendidikan kepercayaan berbasis kearifan lokal yang tidak hanya mengakomodasi tradisi lisan dan ritus budaya, tetapi juga secara inovatif mengintegrasikan pedagogi yang relevan dengan karakteristik penghayat. Kajian ini dapat mencakup evaluasi mendalam terhadap efektivitas program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi para tetua adat atau Rato sebagai tenaga pengajar formal, termasuk menganalisis tantangan dan peluang dalam standarisasi kualifikasi mereka tanpa mengorbankan kekayaan pengetahuan tradisional. Terakhir, studi masa depan perlu menyelidiki strategi paling efektif untuk mengubah persepsi sosial dan mengurangi stigma terhadap pemuda penghayat kepercayaan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Ini bisa dilakukan melalui analisis komparatif program pendidikan multikultural, dampak pelatihan guru tentang sensitivitas budaya, serta efektivitas platform partisipatif bagi siswa penghayat dalam membangun rasa memiliki, solidaritas, dan mengurangi marginalisasi sosial secara substansif.
- Mahkamah Konstitusi sebagai Benteng Hak Asasi dalam Sistem Pendididkan Nasional | Jembatan Hukum : Kajian... doi.org/10.62383/Jembatan.V2i2.1773Mahkamah Konstitusi sebagai Benteng Hak Asasi dalam Sistem Pendididkan Nasional Jembatan Hukum Kajian doi 10 62383 Jembatan V2i2 1773
- Inclusive education, the dilemma of identity and the common good - Franziska Felder, 2019. inclusive... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1477878519871429Inclusive education the dilemma of identity and the common good Franziska Felder 2019 inclusive journals sagepub doi 10 1177 1477878519871429
- Archives | Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM. archives jurnal quia iustum quick jump page content main navigation... doi.org/10.20885/iustumArchives Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM archives jurnal quia iustum quick jump page content main navigation doi 10 20885 iustum
| File size | 382.83 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UNMUNM Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bukti elektronik memiliki kedudukan yang sah dan mandiri dalam sistem pembuktian pidana di Indonesia, yang diperkuatHasil penelitian menunjukkan bahwa alat bukti elektronik memiliki kedudukan yang sah dan mandiri dalam sistem pembuktian pidana di Indonesia, yang diperkuat
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran efektif untuk menanamkan nilai-nilai agama Islam, khususnya terkait moderasi beragama, pada siswaPenelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran efektif untuk menanamkan nilai-nilai agama Islam, khususnya terkait moderasi beragama, pada siswa
INDO INTELLECTUALINDO INTELLECTUAL Nilai-nilai ini berakar pada ajaran Al-Quran dan Hadis, yang mendorong manusia untuk hidup harmonis dalam keberagaman. Lebih lanjut, pendidikan multikulturalNilai-nilai ini berakar pada ajaran Al-Quran dan Hadis, yang mendorong manusia untuk hidup harmonis dalam keberagaman. Lebih lanjut, pendidikan multikultural
IAKNKUPANGIAKNKUPANG Jurnal ini membahas tentang Arah Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat majemuk untuk dapat mengarahkan masyarakat yang majemuk agar mampu hidup berdampinganJurnal ini membahas tentang Arah Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat majemuk untuk dapat mengarahkan masyarakat yang majemuk agar mampu hidup berdampingan
BDKJAKARTABDKJAKARTA Pendidikan multikultural yang diterapkan di MTsN 28 Jakarta telah terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler, sehinggaPendidikan multikultural yang diterapkan di MTsN 28 Jakarta telah terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler, sehingga
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Pendidikan multikultural dilakukan mengingat masyarakat dan bangsa Indonesia terbentuk dari berbagai suku, agama, budaya, status sosial, etnis, dan keturunan.Pendidikan multikultural dilakukan mengingat masyarakat dan bangsa Indonesia terbentuk dari berbagai suku, agama, budaya, status sosial, etnis, dan keturunan.
LAKASPIALAKASPIA Namun, proses implementasi tidak lepas dari tantangan, antara lain hambatan ideologis yang bersumber dari paham keagamaan eksklusif, kendala strukturalNamun, proses implementasi tidak lepas dari tantangan, antara lain hambatan ideologis yang bersumber dari paham keagamaan eksklusif, kendala struktural
UACUAC Pengembangan kompetensi guru berlandaskan persiapan pembelajaran, diskusi, keprofesionalan musyrif, dan peran guru sebagai pelaku utama. Penelitian menyorotiPengembangan kompetensi guru berlandaskan persiapan pembelajaran, diskusi, keprofesionalan musyrif, dan peran guru sebagai pelaku utama. Penelitian menyoroti
Useful /
UNMUNM Keluarga terdekat juga dianggap mampu menangani dan mencegah masalah kesehatan mental tersebut. Kecerdasan emosional pun dianggap sebagai solusi agar ibuKeluarga terdekat juga dianggap mampu menangani dan mencegah masalah kesehatan mental tersebut. Kecerdasan emosional pun dianggap sebagai solusi agar ibu
UNMUNM Faktor kontekstual dan eksternal, seperti nilai spiritual, motivasi intrinsik berbasis agama, manajemen waktu, serta dukungan lingkungan dan komunitasFaktor kontekstual dan eksternal, seperti nilai spiritual, motivasi intrinsik berbasis agama, manajemen waktu, serta dukungan lingkungan dan komunitas
JK RISKJK RISK Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi dan secara konsisten menduduki peringkat teratas sebagaiPenyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi dan secara konsisten menduduki peringkat teratas sebagai
JK RISKJK RISK Kesimpulan: Makroadenoma pituitari lebih sering ditemukan pada perempuan usia dewasa pertengahan dengan gangguan penglihatan sebagai keluhan dominan. PemeriksaanKesimpulan: Makroadenoma pituitari lebih sering ditemukan pada perempuan usia dewasa pertengahan dengan gangguan penglihatan sebagai keluhan dominan. Pemeriksaan