IAI TABAHIAI TABAH

Darajat: Jurnal Pendidikan Agama IslamDarajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada disposisi mental pendidik dalam memandang keberagaman peserta didik. Meskipun kerangka hukum telah menjamin kesetaraan akses bagi siswa difabel, praktik di lapangan masih menunjukkan dominasi medical model dan charity model yang berdampak pada marginalisasi terselubung melalui rendahnya ekspektasi akademik. Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi sikap pendidik melalui “Paradigma Qurani berbasis Surah Abasa. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, menggunakan sumber primer Surah Abasa ayat 1–16 serta tafsir otoritatif Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Al-Azhar. Analisis data dilakukan melalui content analysis dan triangulasi sumber untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teguran ilahiah terhadap sikap tawalla (berpaling) dalam Surah Abasa mengandung prinsip etis tentang kesetaraan akses ilmu tanpa diskriminasi. Nilai ini berfungsi sebagai dasar dekonstruksi terhadap bias kognitif pendidik terhadap peserta didik difabel. Transformasi sikap diwujudkan melalui penguatan peran pendidik sebagai murabbi yang mengintegrasikan nilai kasih sayang (al-rahmah) dan keadilan (al-adl), sebagaimana dikemukakan Abdullah Nashih Ulwan. Implementasinya meliputi komunikasi ramah difabel, adaptasi kurikulum, serta penciptaan lingkungan belajar yang inklusif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa internalisasi nilai Qurani mampu.

Pendidikan inklusif masih menghadapi hambatan antara regulasi dan bias pendidik, sehingga perubahan sikap tidak dapat dicapai hanya lewat instruksi administratif tetapi memerlukan transformasi paradigma berakar pada nilai transendental.Kajian Surah Abasa memberikan fondasi etis untuk mendekonstruksi stigma dan bias kognitif, menegaskan bahwa kemuliaan tidak ditentukan oleh kondisi fisik melainkan oleh kesungguhan hati dalam mengejar ilmu.Dengan demikian, nilai Qurani tersebut mendorong terciptanya sistem pendidikan yang memberi akses setara bagi setiap individu tanpa diskriminasi.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara empiris efektivitas paradigma Qurani dalam mengubah sikap pendidik melalui studi eksperimental yang melibatkan pelatihan murabbi di sekolah inklusif, sehingga dapat diukur perubahan persepsi dan praktik guru. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan nilai al-rahmah dan al-adl pada prestasi akademik serta kesejahteraan sosial siswa difabel, dengan membandingkan kelompok yang mendapatkan intervensi nilai Qurani versus kelompok kontrol. Terakhir, penelitian komparatif antar daerah dapat menyelidiki bagaimana konteks kultural dan kebijakan lokal mempengaruhi implementasi paradigma Qurani, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghalang yang spesifik untuk memperluas penerapan model inklusif yang berkeadilan.

Read online
File size1.01 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test