IAINAMBONIAINAMBON
Jurnal Induksi Pendidikan DasarJurnal Induksi Pendidikan DasarPancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa merupakan suatu landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai –nilai Pancasila sangat perlu ditanamkan dalam diri setiap individu dan pemahaman nilai-nilai tersebut harus diajarkan sejak dini untuk mewujudkan generasi yang berpancasila, berbudi pekerti dan berkarakter. Implementasi nilai-nilai Pancasila dapat diberikan sejak dini melalui pendidikan yakni dilakukan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilakukan dengan mengintegrasikan nilai dan norma yang ada dalam sila-sila Pancasila. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh tutur kata dan tingkah laku yang baik, artinya dalam mengimplementasikan nilai Pancasila kepada peserta didik dengan melandaskan pada nilai, moral dan norma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi..nilai-nilai Pancasila.dalam meningkatkan karakter peserta.didik, di SD Negeri 169 Maluku Tengah. Jenis dan pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas III yang berjumlah 15 orang di SD Negeri 169 Kecamatan Telutih. Hasil dari Penelitian ini menunjukan bahwa dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran dapat meningkatkan karakter peserta didik, dilihat dari sikap dan juga tindakan mereka yang sudah mencerminkan nilai-nilai Pancasila terkhususnya pada sila kesatu yakni Ketuhanan yang Maha Esa dan juga sila ketiga Persatuan Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan sekolah seperti melaksanakan perbuatan-perbuatan luhur, melaksanakan sholat berjamaah bersama, menghormati perbedaan, menghormati para guru dan juga orang yang lebih tua, mengikuti upacara bendera dengan penuh semangat, cinta pada tanah air dan dibuktikan melalui peduli terhadap lingkungan dengan membersihkan area lingkungan sekitar serta memelihara tanaman.
Dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di SD Negeri 169 Maluku Tengah berjalan dengan baik, namun tidak terlepas dari hambatan seperti karakter peserta didik yang berbeda-beda seperti yang disampaikan guru kelas III “ tidak semua peserta didik mempunyai karakter yang sama, ada yang penurut, ada yang nakal, dan lainnya dan juga observasi yang peneliti lakukan.Implementasi nilai-nilai Pancasila di SD Negeri 169 Maluku Tengah diterapkan melalui proses pembelajaran dengan tujuan yang telah direncanakan.Selain itu dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, pentingnya mengarahkan, membimbing dan membiasakan peserta didik secara rutin.Negeri 169 Maluku Tengah sudah terlihat meningkat, dilihat dari peserta.membantah saat dipanggil orang tua, menjalankan kewajiban sebagai umat yang beragama dan juga kewajiban sebagai anak dirumah, menolong orang yang sedang kesusahan, melerai teman yang berkelahi, tidak.yang lainnya, bekerja sama dalam menyelesaikan suatu masalah, serta berkata jujur dengan apa yang dilihat dan dilakukan Beberapa tindakan tersebut telah mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila terutama sila pertama dan ketiga.Nilai-nilai Pancasila yang muncul dalam implementasi tersebut yaitu nilai religius, nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai cinta tanah air dan nilai kepedulian terhadap lingkungan.
Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan menarik untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, agar peserta didik lebih terlibat dan termotivasi dalam proses pembelajaran. 2. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan sekolah, termasuk orang tua, dalam proses pendidikan karakter, sehingga nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan secara menyeluruh dan konsisten di lingkungan sekolah dan keluarga. 3. Mengkaji dan mengembangkan model pembelajaran yang lebih efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan materi pembelajaran, agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi dan model pembelajaran yang inovatif, serta melibatkan berbagai pihak dalam proses pendidikan karakter, untuk meningkatkan karakter peserta didik secara berkelanjutan.
| File size | 632.48 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
MPUKUTURANMPUKUTURAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Proyek (PBL) pada siswa kelas 1 di SDN Kiduldalem 2 Kota Malang dapat meningkatkanPenelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Proyek (PBL) pada siswa kelas 1 di SDN Kiduldalem 2 Kota Malang dapat meningkatkan
IAI TABAHIAI TABAH Data yang digunakan meliputi materi yang terkandung dalam buku, serta data tambahan dari berbagai sumber, seperti arsip, artikel, dan situs web. AnalisisData yang digunakan meliputi materi yang terkandung dalam buku, serta data tambahan dari berbagai sumber, seperti arsip, artikel, dan situs web. Analisis
IAI TABAHIAI TABAH Paradigma pendidikan holistik berbasis integrasi ini menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pendidikan modern di Indonesia. Dari penjelasan di atas,Paradigma pendidikan holistik berbasis integrasi ini menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pendidikan modern di Indonesia. Dari penjelasan di atas,
MPUKUTURANMPUKUTURAN Penelitian dilakukan melalui 3 tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalahPenelitian dilakukan melalui 3 tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
IAI TABAHIAI TABAH Hasil penelitian menunjukkan bahwa tembang Sunan Bonang mengandung ajaran tauhid, akhlak mulia, serta nilai-nilai spiritual yang mendalam. Pesan moralHasil penelitian menunjukkan bahwa tembang Sunan Bonang mengandung ajaran tauhid, akhlak mulia, serta nilai-nilai spiritual yang mendalam. Pesan moral
BENGKULUINSTITUTEBENGKULUINSTITUTE Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap financial distress, artinya keterlibatan manajemen danHasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap financial distress, artinya keterlibatan manajemen dan
IAINAMBONIAINAMBON Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampling jenuh, yaitu seluruhMetode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampling jenuh, yaitu seluruh
IAINAMBONIAINAMBON Desain-desain sablon yang dipilih, adalah desain yang memiliki gambar yang jelas terkait mitigasi bencana sehingga pesan-pesan terkait awareness terhadapDesain-desain sablon yang dipilih, adalah desain yang memiliki gambar yang jelas terkait mitigasi bencana sehingga pesan-pesan terkait awareness terhadap
Useful /
IAINAMBONIAINAMBON Baik faktor internal seperti minat, motivasi, dan pemahaman, maupun faktor eksternal seperti beban materi dan alokasi waktu belajar, berpengaruh terhadapBaik faktor internal seperti minat, motivasi, dan pemahaman, maupun faktor eksternal seperti beban materi dan alokasi waktu belajar, berpengaruh terhadap
IAI TABAHIAI TABAH Dalam kelas 5 terdiri dari 24 siswa/i jumlah siswa kelas 5 terdiri dari 12 Putri dan 12 putra yang berjumlah 24 murid yang menjadi sasaran penelitian PTKDalam kelas 5 terdiri dari 24 siswa/i jumlah siswa kelas 5 terdiri dari 12 Putri dan 12 putra yang berjumlah 24 murid yang menjadi sasaran penelitian PTK
IAI TABAHIAI TABAH Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya telahBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya telah
IAI TABAHIAI TABAH Kegiatan dampingan ini dilaksanakan mengikuti periodisasi Kepemimpinan kepala sekolah. Bentuk kegiatan dampingan yang dilaksanakan terdiri dari 3 fase.Kegiatan dampingan ini dilaksanakan mengikuti periodisasi Kepemimpinan kepala sekolah. Bentuk kegiatan dampingan yang dilaksanakan terdiri dari 3 fase.