AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA

JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)

Penelitian ini bertujuan menentukan faktor‑faktor yang berhubungan dengan keengganan akseptor keluarga berencana untuk menggunakan kontrasepsi IUD. Penelitian yang digunakan bersifat survei lintas‑seksi dengan sampel sebanyak 99 responden. Analisis menunjukkan bahwa nilai‑nilai usia (P = 0.17), parity (P = 0.065), pendidikan (P = 0.958), dan pengetahuan (P = 0.975) tidak berhubungan secara signifikan dengan keengganan menggunakan IUD (α = 0.05), sehingga hipotesis nol diterima. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keempat variabel tersebut tidak memiliki hubungan dengan keengganan penggunaan IUD, dan diharapkan temuan ini dapat meningkatkan pengetahuan akseptor keluarga berencana khususnya mengenai IUD, serta membantu mereka memilih metode yang tepat sesuai kondisi dan memahami manfaat serta efek sampingnya untuk mencapai keluarga yang sejahtera.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu (67,7%) tidak bersedia menggunakan kontrasepsi IUD, sementara hanya 32,3% yang bersedia.Analisis demografis mengungkapkan bahwa sebagian besar responden berusia 20‑35 tahun (61,6%), mayoritas berparitas multipara (60,6%), dengan tingkat pendidikan dasar (47,5%) dan pengetahuan yang kurang (45,5%).Semua variabel usia, paritas, pendidikan, dan pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan keinginan menggunakan IUD (P = 0,17.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana intervensi edukasi berbasis multimedia, seperti video tutorial dan aplikasi seluler, memengaruhi tingkat penerimaan IUD pada kelompok usia yang berbeda, khususnya perempuan berusia <20 tahun dan 20‑35 tahun, untuk mengidentifikasi strategi komunikasi yang paling efektif. Selain itu, diperlukan studi kualitatif yang menelaah hambatan dan faktor pendukung bagi tenaga kesehatan dalam pelatihan pemasangan IUD di fasilitas layanan primer, guna merumuskan program peningkatan kompetensi yang berkelanjutan. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak peningkatan pengetahuan akseptor terhadap perubahan pilihan kontrasepsi serta hasil reproduksi selama periode dua hingga tiga tahun, sehingga dapat menilai kontribusi edukasi terhadap penurunan keengganan menggunakan IUD. Penelitian juga dapat memperluas sampel ke wilayah lain dengan karakteristik sosio‑ekonomi yang beragam untuk menguji generalisasi temuan dan mengidentifikasi determinan tambahan. Akhirnya, pengembangan model prediktif yang mengintegrasikan variabel demografis, pengetahuan, dan persepsi risiko dapat membantu penyedia layanan merancang pendekatan pribadi dalam meningkatkan adopsi IUD.

Read online
File size99.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test