POLNEPPOLNEP
EksosEksosDi Indonesia pengelolaan sektor kelautan dan perikanan diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI). Masyarakat sebagai penyedia dana pembangunan menuntut layanan yang lebih transparan dan lebih baik, sementara sumber daya tumbuh lebih lambat. Hal tersebut menyajikan serangkaian risiko unik untuk sektor publik. Pentingnya audit internal di sektor publik disorot oleh peningkatan fokus dan kebutuhan akan akuntabilitas. Dalam penelitian ini peneliti ingin melihat dimana dan bagaimana peran auditor internal dalam proses penyusunan laporan keuangan sehingga dapat meningkatkan fungsi pengawasan intern yang dapat mencegah terjadinya salah saji dalam penyusunan LKPP. Dalam penelitian ini peneliti juga ingin mengetahui apa saja yang menyebabkan diterbitkannya opini “Auditor Tidak Memberikan Pendapat atau Disclaimer untuk KKP RI di tahun 2016 dan 2017 tersebut dari sudut pandang para auditor internal. Dari penelitian dapat diketahui bahwa terjadi perubahan role dalam peran auditor internal di KKP RI yang dulunya sebagai watchdog, menjadi helper dan protector saat ini, hal tersebut dilakukan sebagai jawaban atas kebutuhan penciptaan Good Corporate Governance yang lebih baik dan juga untuk memaksimalkan peran auditor internal. Ketidakmampuan memberikan perubahan yang maksimal dikarenakan adanya struktur organisasi yang ada membatasi kewenangan dan peran auditor internal. Kurangnya ketaatan atau kepatuhan dalam pelaksaan rekomendasi audit menyebabkan turunnya kualitas laporan keuangan dan diterbitkannya opini disclaimer untuk LKPP KKP RI di tahun 2016 dan 2017.
Penelitian ini menemukan adanya perubahan peran auditor internal di KKP RI, dari yang semula sebagai watchdog menjadi helper dan protector untuk meningkatkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik serta memaksimalkan pengawasan.Namun, efektivitas peran ini masih terkendala oleh struktur organisasi yang membatasi kewenangan auditor dan kurangnya ketaatan terhadap rekomendasi, berujung pada opini disclaimer untuk laporan keuangan KKP RI tahun 2016 dan 2017.Disarankan untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam pada lembaga pemerintah lain dengan opini audit WTP, serta melibatkan berbagai perspektif dari pihak terkait untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang peran auditor internal dalam menciptakan laporan keuangan berkualitas.
Mengingat tantangan yang dihadapi auditor internal di sektor publik, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa digali. Pertama, sangat menarik untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana berbagai pihak dalam organisasi pemerintah, seperti auditor internal itu sendiri, pihak yang diaudit (penyusun laporan keuangan), dan manajemen puncak, saling memandang peran dan rekomendasi audit internal. Pertanyaan penelitiannya bisa meliputi: Apakah perbedaan persepsi ini mempengaruhi tingkat kepatuhan terhadap rekomendasi audit, dan pada akhirnya, berdampak pada kualitas laporan keuangan yang dihasilkan serta opini audit eksternal? Penelitian semacam ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika interaksi antarpihak terkait audit. Kedua, penting untuk melakukan studi kasus pada kementerian atau lembaga pemerintah lain yang secara konsisten berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dengan menganalisis mereka, kita bisa mengidentifikasi praktik-praktik terbaik, strategi manajerial, atau faktor budaya organisasi yang memungkinkan fungsi audit internal bekerja secara optimal. Hal ini dapat membantu mengatasi kendala struktural yang membatasi kewenangan auditor, seperti yang terjadi pada KKP RI. Terakhir, berdasarkan temuan mengenai konflik peran yang dialami auditor, penelitian dapat mengeksplorasi secara spesifik bagaimana desain struktur organisasi yang berbeda, atau bahkan gaya kepemimpinan tertentu, dapat memperparah atau justru mengurangi konflik peran tersebut. Misalnya, bagaimana pengaturan independensi internal auditor dalam struktur birokrasi dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk menjalankan peran sebagai helper sekaligus protector tanpa mengurangi objektivitas? Studi ini akan memperkaya pemahaman tentang bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang mendukung fungsi audit internal yang kuat dan adaptif di lingkungan pemerintahan.
| File size | 198.22 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
NEOLECTURANEOLECTURA Analisis data secara statistik meliputi analisis deskriptif, analisis persyaratan data dan pengujian hipotesis menggunakan uji r dengan rumus korelasiAnalisis data secara statistik meliputi analisis deskriptif, analisis persyaratan data dan pengujian hipotesis menggunakan uji r dengan rumus korelasi
UTPUTP Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan prestasi bahasa Inggris yang memuaskan. Analisis korelasi mengungkapkanTemuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan prestasi bahasa Inggris yang memuaskan. Analisis korelasi mengungkapkan
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Affective Events Theory menjelaskan bahwa faktor internal dan eksternal memicu emosi positif sehingga memperkuat keterikatan emosional pegawai, oleh karenaAffective Events Theory menjelaskan bahwa faktor internal dan eksternal memicu emosi positif sehingga memperkuat keterikatan emosional pegawai, oleh karena
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Hasil: Mayoritas responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori baik (57%) dengan tingkat kepuasan pasien cukup puas (53%). Analisis bivariatHasil: Mayoritas responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori baik (57%) dengan tingkat kepuasan pasien cukup puas (53%). Analisis bivariat
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Kepatuhan perawat pelaksana dalam pelaksanaan SOP penilaian resiko jatuh masih kurang baik, maka dibutuhkan pengendalian dalam penilaian resiko jatuh sesuaiKepatuhan perawat pelaksana dalam pelaksanaan SOP penilaian resiko jatuh masih kurang baik, maka dibutuhkan pengendalian dalam penilaian resiko jatuh sesuai
LAAROIBALAAROIBA Data tersebut merupakan data primer. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasiData tersebut merupakan data primer. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi
NEOLECTURANEOLECTURA Populasi penelitian meliputi semua perusahaan sektor Industrial, consumer non-cyclicals, dan basic materials yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periodePopulasi penelitian meliputi semua perusahaan sektor Industrial, consumer non-cyclicals, dan basic materials yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode
UEUUEU Setiap rumah sakit memerlukan sumber daya untuk mencapai tujuannya. Sumber daya merupakan sumber energi, tenaga, kekuatan (power) yang diperlukan untukSetiap rumah sakit memerlukan sumber daya untuk mencapai tujuannya. Sumber daya merupakan sumber energi, tenaga, kekuatan (power) yang diperlukan untuk
Useful /
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Kelompok kontrol mendapat mirror therapy. Kekuatan otot diukur menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Hasil: Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,001,Kelompok kontrol mendapat mirror therapy. Kekuatan otot diukur menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Hasil: Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,001,
UEUUEU Hasil penelitian menunjukkan bahwa 101 orang memiliki tingkat pengetahuan baik, dengan persentase sebesar 74,3%, sedangkan 35 orang memiliki persepsi buruk,Hasil penelitian menunjukkan bahwa 101 orang memiliki tingkat pengetahuan baik, dengan persentase sebesar 74,3%, sedangkan 35 orang memiliki persepsi buruk,
UEUUEU Populasi penelitian adalah semua tim bedah yang berjumlah 33 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Pengamatan dilakukan saat petugas melakukanPopulasi penelitian adalah semua tim bedah yang berjumlah 33 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Pengamatan dilakukan saat petugas melakukan
UEUUEU Puskesmas Cilacap Tengah II menduduki peringkat pertama dari 38 Kabupaten di Cilacap dengan kejadian balita dengan stunting sebanyak 736 (25,9%) kasusPuskesmas Cilacap Tengah II menduduki peringkat pertama dari 38 Kabupaten di Cilacap dengan kejadian balita dengan stunting sebanyak 736 (25,9%) kasus