POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI

Health Information : Jurnal PenelitianHealth Information : Jurnal Penelitian

Latar Belakang: Komunikasi terapeutik perawat merupakan komponen kritis dalam pemberian asuhan keperawatan berkualitas yang berpengaruh langsung terhadap kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien rawat inap di RS Hermina Medan tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 100 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik berganda. Hasil: Mayoritas responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori baik (57%) dengan tingkat kepuasan pasien cukup puas (53%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien (p<0,001; OR=15,802; 95% CI: 5,592-44,627). Fase kerja merupakan determinan paling dominan (β=0,367; p=0,002), diikuti terminasi (β=0,257; p=0,035). Simpulan: Komunikasi terapeutik perawat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, dengan fase kerja dan terminasi sebagai determinan utama.

Komunikasi terapeutik perawat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, dengan fase kerja dan terminasi sebagai determinan utama.Rumah sakit perlu memperkuat program pelatihan komunikasi terapeutik berbasis bukti, khususnya pada fase kerja dan terminasi, serta melakukan evaluasi berkala sebagai bagian dari indikator mutu layanan keperawatan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dan kepuasan pasien. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam dengan pasien dan perawat, untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi mereka terkait komunikasi terapeutik. Hal ini akan memberikan wawasan yang lebih kaya dan mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas komunikasi terapeutik. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien dan hasil klinis lainnya, seperti tingkat pemulihan dan kualitas hidup. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi intervensi berbasis bukti untuk meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik perawat, misalnya melalui pelatihan role-playing atau simulasi klinis. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya komunikasi terapeutik dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien.

  1. The Effect of Nurse Therapeutic Communication on the Anxiety Level of Patients in the Intensive Care... doi.org/10.36990/hijp.vi.190The Effect of Nurse Therapeutic Communication on the Anxiety Level of Patients in the Intensive Care doi 10 36990 hijp vi 190
  2. Barriers to effective nurse-patient communication in the emergency department. barriers effective nurse... doi.org/10.7748/en.2020.e1969Barriers to effective nurse patient communication in the emergency department barriers effective nurse doi 10 7748 en 2020 e1969
Read online
File size395.31 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test