UEUUEU

Indonesian Journal of Nursing Health ScienceIndonesian Journal of Nursing Health Science

Latar belakang: Infeksi situs bedah (SSI) menyumbang 14-16% infeksi dan terjadi pada sekitar 5% pasien bedah. Penularan mikroorganisme dapat diminimalkan dengan teknik asepsis. Prosedur asepsis sebelum tindakan bedah sangat penting untuk menjaga pasien dari pajanan mikroba, pencegahan dari Health Care Associated Infections (HAI). Tujuan: untuk mengidentifikasi pelaksanaan prinsip asepsis di kamar operasi Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah semua tim bedah yang berjumlah 33 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Pengamatan dilakukan saat petugas melakukan tindakan cuci tangan bedah, cara memakai jas dan sarung tangan dengan menggunakan lembar observasi SPO cuci tangan bedah dan SPO memakai jas operasi dan sarung tangan. Hasil: Menunjukkan bahwa hampir seluruh responden yaitu 90,9% melakukan dengan baik saat mencuci tangan bedah, 97% melakukan dengan baik saat memakai jas operasi dan 90,9% melakukan dengan baik saat memakai sarung tangan. Kesimpulan: Tindakan asepsis yang meliputi scrubbing, gowning dan gloving sebagian besar dilakukan sesuai dengan prosedur, meskipun masih ada fase yang tidak sesuai dengan prosedur.

Hampir semua responden mematuhi standar dalam asepsis, menunjukkan bahwa setiap petugas harus mampu mempertahankan sterilitas.Sebagian besar prosedur asepsis, yang mencakup scrubbing, gowning, dan gloving, dilakukan sesuai prosedur.Namun, masih ada fase yang tidak sesuai prosedur.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas program pelatihan tentang prinsip asepsis dalam meningkatkan kepatuhan tim bedah. Selain itu, studi dapat dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh teknik sterilisasi berbeda terhadap tingkat infeksi pasien. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran pengawasan langsung dalam menjaga prosedur asepsis selama operasi. Semua saran ini bertujuan untuk memperkuat standar asepsis di ruang bedah dan mengurangi risiko infeksi pasien. Penelitian lebih lanjut dapat fokus pada pengembangan protokol asepsis yang lebih ketat untuk meminimalkan kesalahan prosedur. Studi juga dapat mengevaluasi dampak perbedaan pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kepatuhan asepsis. Dengan menggabungkan pendekatan pendidikan dan pengawasan, kualitas pelayanan bedah dapat ditingkatkan secara signifikan.

Read online
File size196.33 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test