STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA

Jurnal Kesehatan Panrita HusadaJurnal Kesehatan Panrita Husada

Hipotensi merupakan keadaan dimana tekanan darah berada dibawah batas normal yaitu sistol <120 mmHg dan diastol <80 mmHg. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan dampak buruk terkait ginjal dapat dipengaruhi oleh adanya hipotensi relatif sejak beberapa jam pertama pemberian vasopressor. Tujuan dari pemantauan hemodinamik adalah untuk memastikan tercapainya perfusi yang optimal, khususnya dalam menjaga tekanan perfusi yang diperlukan untuk transportasi oksigen ke jaringan. Pemantauan tekanan darah dan curah jantung secara kontinu sangat penting guna mencegah terjadinya hipoperfusi serta sebagai panduan dalam pemberian terapi cairan. Resusitasi awal memiliki peran penting dalam menstabilkan kondisi hemodinamik pasien, memulihkan volume cairan sirkulasi, serta memaksimalkan stroke volume pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana pemantauan hemodinamik dan tata laksana resusitasi cairan yang tepat dapat berperan dalam mencegah progresi kerusakan ginjal. Metode yang digunakan adalah rancangan studi kasus deskriptif dengan dengan metode single case. Observasi dilakukan pada shift pagi pukul 07.30 – 15.30 WITA dengan mengumpulkan data tindakan selama proses observasi. Pemantauan kondisi pasien pasca diberikan resusitasi cairan dievaluasi melalui tanda-tanda vital meliputi, tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan, suhu tubuh, dan saturasi oksigen. Hasil evaluasi perbandingan tanda-tanda vital sejak masuk ruang IGD dan pemantauan selama 8 jam setelah pemberian resusitasi cairan dan dopamin di ruang IGD Non Bedah belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut terhadap penyebab yang mendasari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resusitasi cairan dan kolaborasi obat vasopresor pada pasien hipotensi menyebabkan perubahan tekanan darah yang fluktuatif selama 8 jam pemantauan. Pemantauan hemodinamik yang akurat penting untuk menjaga perfusi ginjal pada pasien hipotensi. Gangguan perfusi akibat tekanan darah rendah dapat memicu cedera ginjal akut, sehingga resusitasi cairan yang cepat dan tepat menjadi kunci dalam menstabilkan sirkulasi dan mencegah kerusakan ginjal.

Hasil ini menunjukkan bahwa tindakan resusitasi cairan dan kolaborasi obat vasopresor untuk meningkatkan tekanan darah pada pasien hipotensi berdampak pada perubahan tekanan darah, yang bervariasi antara peningkatan ke rentang normal hingga penurunan drastis pada beberapa waktu tertentu selama masa pemantauan kurang lebih 8 jam.Pemantauan hemodinamik dan pemberian terapi cairan yang dilakukan kepada pasien belum menunjukkan hasil yang optimal yang dimana pasien belum mengalami perbaikan yang signifikan.Pemantauan hemodinamik yang tepat merupakan kunci dalam penatalaksanaan pasien hipotensi untuk memastikan perfusi organ vital, khususnya ginjal, tetap terjaga.Gangguan perfusi akibat tekanan darah rendah dapat menyebabkan cedera ginjal akut (AKI).Pemantauan hemodinamik berperan penting dalam menilai status sirkulasi dan menentukan kebutuhan cairan secara tepat.Oleh karena itu, resusitasi cairan yang cepat, tepat jenis dan volume, menjadi langkah utama dalam menstabilkan kondisi hemodinamik dan mencegah kerusakan ginjal akibat hipoperfusi yang berkepanjangan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas kombinasi obat vasopresor dengan dosis berbeda untuk meningkatkan perfusi ginjal pada pasien hipotensi tanpa efek samping berlebihan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh durasi pemantauan hemodinamik terhadap keberhasilan resusitasi cairan dalam mencegah kerusakan ginjal akut. Terakhir, penelitian bisa fokus pada faktor-faktor individu seperti usia, riwayat penyakit kronis, atau respons genetik terhadap terapi resusitasi cairan, sehingga dapat dikembangkan protokol pengobatan yang lebih personal dan efektif untuk berbagai kelompok pasien.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s00134-021-06506-yClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s00134 021 06506 y
  2. 0. pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs br ny ytsz e5 eet fmox... doi.org/10.52403/ijhsr.202105070 pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs br ny ytsz e5 eet fmox doi 10 52403 ijhsr 20210507
  3. Pengaruh resusitasi cairan terhadap status hemodinamik mean arterial pressure (map) pada pasien syok... e-jurnal.iphorr.com/index.php/msc/article/view/66Pengaruh resusitasi cairan terhadap status hemodinamik mean arterial pressure map pada pasien syok e jurnal iphorr index php msc article view 66
  4. Monitoring Hemodinamik Non Invasif Perioperatif | Jurnal Komplikasi Anestesi. monitoring hemodinamik... doi.org/10.22146/jka.v7i1.7377Monitoring Hemodinamik Non Invasif Perioperatif Jurnal Komplikasi Anestesi monitoring hemodinamik doi 10 22146 jka v7i1 7377
Read online
File size411.34 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test