STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA
Jurnal Kesehatan Panrita HusadaJurnal Kesehatan Panrita HusadaGagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia maupun dunia. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, serta kualitas hidup pasien. Dukungan emosional keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi keterbatasan akibat CHF, antara lain dengan memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di Rumah Sakit X Tangerang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien CHF yang dirawat di RS X Tangerang sebanyak 244 orang. Sampel berjumlah 71 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan emosional keluarga yang terdiri dari 6 item pertanyaan dengan skala Likert. Analisis data dilakukan secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 46–59 tahun (46,5%), berjenis kelamin laki-laki (50,7%), dengan tingkat pendidikan terakhir SMP (52,1%). Sebagian besar responden tinggal bersama keluarga besar (43,7%) dan menderita CHF kurang dari 1 tahun (47,9%). Berdasarkan dukungan emosional, 57,7% responden memperoleh dukungan baik, 32,4% cukup, dan 9,9% kurang. Kesimpulannya, dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di RS X Tangerang sebagian besar tergolong baik, sehingga keluarga berperan penting dalam memperbaiki kualitas hidup pasien serta mencegah rehospitalisasi.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien CHF di RS X Tangerang memperoleh dukungan emosional keluarga yang baik (57,7%).Dukungan tersebut mencerminkan peran penting keluarga dalam memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman, sehingga dapat membantu pasien beradaptasi dengan keterbatasan akibat CHF.Dukungan emosional keluarga yang baik sangat membantu pasien menjaga kepatuhan dalam perawatan dan meningkatkan kualitas hidup.Selain itu, dukungan keluarga juga terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan manajemen penyakit, khususnya pada pasien dengan tingkat pendidikan menengah.Penelitian ini memperkuat temuan bahwa dukungan emosional keluarga yang baik sangat membantu pasien menjaga kepatuhan dalam perawatan dan meningkatkan kualitas hidup.
Berdasarkan hasil penelitian dan temuan-temuan sebelumnya, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dukungan emosional keluarga, seperti karakteristik keluarga, hubungan antar anggota keluarga, dan tingkat pendidikan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif untuk memahami perspektif dan pengalaman keluarga dalam memberikan dukungan emosional.. . 2. Meneliti efek jangka panjang dukungan emosional keluarga terhadap kepatuhan pasien dalam perawatan diri dan kualitas hidup. Penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengamati perubahan perilaku dan hasil kesehatan pasien dengan dukungan emosional keluarga yang baik.. . 3. Menganalisis peran dukungan emosional keluarga dalam mencegah komplikasi dan rehospitalisasi pada pasien CHF. Penelitian ini dapat berfokus pada intervensi berbasis keluarga untuk meningkatkan dukungan emosional dan praktis, serta mengukur dampak intervensi tersebut terhadap hasil kesehatan pasien.
- The Relationship Between Family Support and Self-Care in Heart Failure Patients: A Cross-sectional Study... journalmpci.com/index.php/jhnr/article/view/399The Relationship Between Family Support and Self Care in Heart Failure Patients A Cross sectional Study journalmpci index php jhnr article view 399
- Self-Efficacy in Self-care among Patients with CHD | VHRM | Dove Medical Press. self efficacy care patients... dovepress.com/self-efficacy-in-self-care-and-its-related-factors-among-patients-with-peer-reviewed-fulltext-article-VHRMSelf Efficacy in Self care among Patients with CHD VHRM Dove Medical Press self efficacy care patients dovepress self efficacy in self care and its related factors among patients with peer reviewed fulltext article VHRM
- HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF CARE MANAGEMENT PASIEN CONGESTIF HEART FAILURE DI POLI JANTUNG... doi.org/10.36085/jkmb.v12i2.7262HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF CARE MANAGEMENT PASIEN CONGESTIF HEART FAILURE DI POLI JANTUNG doi 10 36085 jkmb v12i2 7262
- HUBUNGAN SELF CARE DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI... doi.org/10.55681/saintekes.v2i2.76HUBUNGAN SELF CARE DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI doi 10 55681 saintekes v2i2 76
| File size | 323.66 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Lansia dengan pengetahuan baik memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dibandingkan yang berpengetahuan rendah. Analisis statistik menunjukkan hubungan bermaknaLansia dengan pengetahuan baik memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dibandingkan yang berpengetahuan rendah. Analisis statistik menunjukkan hubungan bermakna
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi. Kesimpulan tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X berada pada kategori ringan, sehingga perlu dilakukanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi. Kesimpulan tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X berada pada kategori ringan, sehingga perlu dilakukan
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu pengumpulan data dilakukan pada satu waktu untuk mengetahuiPenelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu pengumpulan data dilakukan pada satu waktu untuk mengetahui
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Kualitas hidup merupakan persepsi seseorang terhadap posisi mereka dalam kehidupan, yang dipengaruhi oleh konteks budaya, sistem nilai, dan lingkunganKualitas hidup merupakan persepsi seseorang terhadap posisi mereka dalam kehidupan, yang dipengaruhi oleh konteks budaya, sistem nilai, dan lingkungan
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Metode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif desain penelitian pre-exprimental dalam bentuk one group pre – test post - testMetode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif desain penelitian pre-exprimental dalam bentuk one group pre – test post - test
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi memiliki pengetahuan yang cukup, dan keterpaparan informasi yang baik tentang tindakan pencegahanHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi memiliki pengetahuan yang cukup, dan keterpaparan informasi yang baik tentang tindakan pencegahan
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Ibu rumah tangga yang mengalami stres memiliki tingkat religious spiritual yang berbeda-beda. Spiritual religious merupakan salah satu faktor yang mempengaruhiIbu rumah tangga yang mengalami stres memiliki tingkat religious spiritual yang berbeda-beda. Spiritual religious merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa dalam proses pembelajaran dengan metode blended learning di masa pandemi covid 19. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa dalam proses pembelajaran dengan metode blended learning di masa pandemi covid 19. Penelitian
Useful /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Pemantauan Hemodinamik Pada Tata Laksana Resusitasi Cairan Pasien Bradikardia Asimptomatik Dengan Riwayat Hipertensi. Hipotensi merupakan keadaan dimanaPemantauan Hemodinamik Pada Tata Laksana Resusitasi Cairan Pasien Bradikardia Asimptomatik Dengan Riwayat Hipertensi. Hipotensi merupakan keadaan dimana
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Sampel penelitian terdiri dari 73 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Brief Coping OrientationSampel penelitian terdiri dari 73 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Brief Coping Orientation
NEOLECTURANEOLECTURA Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan strategi studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumenPendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan strategi studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen
NEOLECTURANEOLECTURA Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola utama konflik kepentingan dalam interaksi kedua lembaga serta strategi mitigasi yang dapat diterapkan. PenelitianPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola utama konflik kepentingan dalam interaksi kedua lembaga serta strategi mitigasi yang dapat diterapkan. Penelitian