STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA

Jurnal Kesehatan Panrita HusadaJurnal Kesehatan Panrita Husada

Kualitas hidup merupakan persepsi seseorang terhadap posisi mereka dalam kehidupan, yang dipengaruhi oleh konteks budaya, sistem nilai, dan lingkungan tempat tinggal. Kualitas hidup mencakup kesehatan fisik dan psikologis, tingkat kemandirian, hubungan sosial, kepercayaan diri, serta interaksi dengan lingkungan sekitar. Pada pasien Diabetes Melitus, kualitas hidup dapat terpengaruh oleh kondisi penyakit kronis, pengelolaan kesehatan, serta dukungan sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X, Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kualitas hidup dengan 12 item pertanyaan berdasarkan alat ukur WHOQOL-BREF. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kualitas hidup responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, 14 orang (46,7%) memiliki kualitas hidup baik, sedangkan 16 orang (53,3%) memiliki kualitas hidup kurang baik. Karakteristik responden didominasi oleh usia di atas 48 tahun (21 responden, 70%), perempuan (19 responden, 63,3%), pendidikan menengah (18 responden, 60%), dan sebagian besar tidak bekerja (22 responden, 73,3%). Kesimpulannya, sebagian besar pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X, Tangerang memiliki kualitas hidup yang kurang baik. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih optimal, baik melalui manajemen kesehatan, dukungan psikologis, maupun interaksi sosial, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X, Tangerang memiliki kualitas hidup yang kurang baik.Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih optimal, baik melalui manajemen kesehatan, dukungan psikologis, maupun interaksi sosial, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus, diperlukan intervensi yang menyeluruh. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan program intervensi yang holistik, yang mencakup aspek medis, psikologis, dan sosial. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian juga dapat menyelidiki pengaruh pengetahuan pasien tentang pengelolaan Diabetes Melitus terhadap kualitas hidup mereka. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat merancang intervensi yang lebih efektif dan terarah untuk meningkatkan kesejahteraan pasien Diabetes Melitus.

  1. GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN | JURNAL KEPERAWATAN... journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/682GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN JURNAL KEPERAWATAN journal stikessuakainsan ac index php jksi article view 682
  2. Journal | Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump... doi.org/10.33086/mtphj.v6i1.3438Journal Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump doi 10 33086 mtphj v6i1 3438
  3. Knowledge and Quality of Life in Type 2 Diabetes Mellitus Patients and its Related Factors | Yuliawati... journal.ugm.ac.id/jmpf/article/view/68631Knowledge and Quality of Life in Type 2 Diabetes Mellitus Patients and its Related Factors Yuliawati journal ugm ac jmpf article view 68631
Read online
File size306.78 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test