UNPADUNPAD

Pharmacology and Clinical Pharmacy ResearchPharmacology and Clinical Pharmacy Research

Penelitian observasional ini membandingkan efikasi Ranolazine dan Nicorandil sebagai terapi tambahan pada pasien penyakit jantung iskemik (IHD) di sebuah rumah sakit tingkat tiga di Kolkata, India. Studi ini menggunakan skor Kuesioner Angina Seattle Singkat (SAQ7) untuk mengevaluasi respons pasien. Ditemukan peningkatan signifikan pada skor SAQ7 pada kedua kelompok setelah 6 bulan pengobatan, tetapi tidak ada perbedaan signifikan antara kedua obat. Tidak ada perubahan signifikan pada kadar HbA1C pada pasien diabetes, meskipun efek samping lebih sering terjadi pada kelompok Nicorandil. Kedua obat tersebut efektif dalam mengontrol gejala IHD dan dapat ditoleransi dengan baik.

Studi ini menunjukkan bahwa kedua obat, Ranolazine dan Nicorandil, memberikan peningkatan efikasi yang setara pada pasien IHD.Tidak ada perbedaan signifikan dalam perubahan kadar HbA1C antara kedua kelompok.Namun, efek samping lebih sering ditemukan pada kelompok Nicorandil.Studi lanjutan dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk menentukan apakah kedua obat ini dapat digunakan sebagai terapi tunggal.

1) Dilakukan studi lanjutan dengan sampel lebih besar untuk mengevaluasi efektivitas Ranolazine dan Nicorandil sebagai terapi tunggal pada pasien IHD. 2) Dilakukan penelitian komparatif tentang pengaruh kedua obat terhadap kadar HbA1C pada pasien diabetes dengan berbagai tingkat keparahan. 3) Dilakukan penelitian mekanisme biologis terkait penurunan tekanan darah sistolik yang teramati pada penggunaan Ranolazine.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s00508-019-1481-xClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s00508 019 1481 x
Read online
File size1.1 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test