STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG

Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science KesehatanBabul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan

Latar Belakang: Data World Health Organization (WHO) menyebutkan dalam 3 dekade terakhir prevalensi diabetes tipe 2 telah meningkat secara dramatis di negara-negara dari semua tingkat pendapatan. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Tujuan: Mengetahui efektivitas senam diabetes dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Multiwahana Palembang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest dan instrument penelitian dengan menggunakan lembar observasi pengukuran kadar gula darah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien lansia dengan diabetes mellitus usia 45–60 tahun di Puskesmas Multiwahana Palembang bulan Mei 2025. Sampel berjumlah 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Mayoritas responden memiliki kadar glukosa darah sewaktu dalam kategori normal sebelum senam diabetes 23 responden (76,7%), setelah dilakukan senam diabetes sebagian besar memiliki kategori normal sebanyak 20 responden (66,7%). Uji statistik menunjukkan bahwa senam diabetes efektif menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus, dengan nilai p = 0,000. Saran: Agar puskesmas menjadikan senam diabetes sebagai program rutin sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pengendalian diabetes mellitus.

Senam diabetes yang dilakukan secara teratur secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Multiwahana Palembang, dengan rata‑rata penurunan dari 225,13 mg/dl menjadi 190,07 mg/dl dan nilai p = 0,000.Aktivitas fisik selama senam meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sebagian besar responden menunjukkan nilai glukosa dalam kisaran normal setelah intervensi.Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi Puskesmas untuk menjadikan senam diabetes sebagai program rutin keperawatan dan mendorong pengembangan metode latihan yang berbeda secara berkala.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas berbagai jenis latihan aerobik seperti berjalan, bersepeda, dan berenang dengan senam diabetes tradisional dalam mengontrol glukosa pada pasien diabetes lansia, sehingga dapat menentukan jenis latihan yang paling optimal; selanjutnya, penting untuk menilai dampak jangka panjang (6–12 bulan) dari program senam diabetes terstruktur terhadap sensitivitas insulin serta parameter risiko kardiovaskular, dengan memperhatikan tingkat kepatuhan peserta, agar dapat mengidentifikasi manfaat berkelanjutan dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program; terakhir, studi dapat mengeksplorasi penerapan pemantauan digital berbasis aplikasi seluler yang terintegrasi dengan sesi senam diabetes untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam mengelola gula darah serta mempertahankan hasil positif yang telah dicapai, khususnya di lingkungan puskesmas dengan sumber daya terbatas.

Read online
File size310.54 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test