UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Economica: Jurnal Ekonomi IslamEconomica: Jurnal Ekonomi Islam

Meskipun Indonesia memiliki jumlah umat Muslim terbesar di dunia, pengumpulan zakat melalui lembaga formal masih jauh di bawah harapan. Penelitian ini menyelidiki interaksi antara religiositas dan modal sosial terhadap preferensi individu dalam membayar zakat serta proporsi yang dial fills ke lembaga zakat Hakim, dengan tujuan mengkontekstualisasikan kerangka hukum fiqh zakat di Indonesia kontemporer. Data diambil dari survei nasional sebanyak 794 responden, dan analisis empiris memanfaatkan Model Probabilitas Linear (LPM) serta Likelihood PseudoMaximum Poisson (PPML) untuk menelaah faktor-faktor yang menentukan perilaku pembayaran zakat. Hasil menunjukkan bahwa modal sosial карто meningkatkan peluang memilih lembaga zakat dan berkontribusi pada bagian yang diserahkan. Sebaliknya, religiositas memiliki efek langsung yang lebih lemah. Kesimpulannya, jaringan sosial dan kepercayaan sosial berperan penting dalam meningkatkan koleksi zakat melalui saluran formal, sehingga penelitian mendukung reformasi strategi fiqh zakat yang mengintegrasikan elemen modal sosial.

Penelitian menunjukkan bahwa religiositas dan modal sosial secara positif mempengaruhi preferensi dan bagian zakat yang diserahkan kepada lembaga zakat.Modal sosial, khususnya kepercayaan sosial, memiliki efek prediktif yang lebih kuat daripada religiositas.Temuan ini menekankan perlunya reformasi fiqh zakat yang menanamkan strategiourd kepercayaan sosial untuk meningkatkan kepatuhan zakat melalui saluran formal.

Pertama, kaji secara lebih mendalam bagaimana kepercayaan sosial dapat diukur melalui jaringan komunitas dan mempengaruhi keputusan donasi zak തീരുമാന di berbagai wilayah. Kedua, teliti efek jangka panjang penerapan fiqh zakat yang menyesuaikan kebijakan berbasis kepercayaan sosial pada persentase dana yang tersalur dan apakah hal ini meningkatkan ketelantaran fiskal lembaga zakat. Ketiga, bandingkan efektivitas media digital versus interaksi tatap muka dalam membangun kepercayaan sosial dan meningkatkan partisipasi lembaga zakat di daerah pedesaan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, studi berikutnya dapat menilai secara komprehensif dinamika sosial-ekonomi yang memengaruhi kepatuhan zakat serta menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih tersegmentasi dan berkelanjutan.

  1. Beyond Religiosity: How Social Capital Drives Institutional Zakat Payment Preferences in Indonesia -... doi.org/10.21580/economica.2025.16.2.26477Beyond Religiosity How Social Capital Drives Institutional Zakat Payment Preferences in Indonesia doi 10 21580 economica 2025 16 2 26477
Read online
File size536.82 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test