JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT

FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamFIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami secara mendalam peran Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) di Asahan dan Medan dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam bagi siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci (ketua LAZISMU, kepala sekolah, guru, dan siswa penerima manfaat), serta studi dokumentasi atas laporan program dan arsip kelembagaan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan pengujian validitas melalui triangulasi sumber, teknik member checking, dan kecukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan LAZISMU, seperti Beasiswa Mentari, Beasiswa Sang Surya, dan School Kit, secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan akses dan keberlanjutan pendidikan bagi siswa dari keluarga pra-sejahtera. Program ini tidak hanya mengurangi risiko putus sekolah, tetapi juga meningkatkan semangat belajar dan keterlibatan siswa. Pendekatan transformatif LAZISMU melalui kegiatan pembinaan keislaman, seperti tahfidzul Quran, Pesantren Ramadan, dan pelatihan spiritual, turut memperkuat pembentukan karakter religius dan disiplin siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa zakat yang dikelola secara profesional tidak hanya berfungsi sebagai bantuan karitatif, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan pendidikan yang berkelanjutan dan berbasis nilai. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap wacana filantropi Islam dengan menekankan pentingnya model value-based philanthropy dalam membentuk generasi Muslim yang unggul secara intelektual dan spiritual di tingkat lokal.

Secara keseluruhan, program pendidikan LAZISMU di Asahan dan Medan terbukti sangat efektif dalam mendukung siswa pra-sejahtera melalui bantuan material yang mengurangi putus sekolah dan meningkatkan motivasi belajar, serta melalui pembinaan keislaman yang membentuk karakter religius.Pendekatan kolaboratif dan transparan dalam penyaluran bantuan menegaskan fungsi zakat sebagai instrumen pembangunan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.Dengan demikian, penelitian ini menyajikan bukti empiris tentang model filantropi berbasis nilai yang berhasil membangun generasi Muslim yang unggul secara intelektual dan spiritual di tingkat lokal.

Untuk memperkaya pemahaman tentang peran filantropi Islam dalam pendidikan, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, mengingat penelitian ini bersifat kualitatif dan berfokus pada dampak langsung, studi kuantitatif longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang program LAZISMU. Penelitian ini dapat melacak perkembangan akademik, karir, dan karakter religius alumni penerima manfaat dalam rentang waktu beberapa tahun, membandingkannya dengan kelompok kontrol untuk memberikan bukti empiris yang lebih luas mengenai efektivitas value-based philanthropy yang diusung LAZISMU. Pertanyaan penelitian dapat mencakup: Bagaimana kontribusi beasiswa dan pembinaan LAZISMU terhadap peningkatan kualitas hidup dan keberlanjutan karir alumni MTs dan MA dalam lima hingga sepuluh tahun setelah kelulusan? Kedua, mengingat tantangan optimalisasi pengumpulan dan distribusi dana zakat, penelitian dapat berfokus pada strategi inovatif untuk meningkatkan partisipasi publik dalam penghimpunan dana LAZISMU. Misalnya, studi dapat menganalisis efektivitas kampanye digital, program edukasi zakat bagi masyarakat umum, atau model kemitraan strategis dengan entitas lain untuk meningkatkan kesadaran dan kepercayaan, yang pada akhirnya dapat mengoptimalkan potensi zakat. Terakhir, untuk memahami keberlakuan model value-based philanthropy yang diidentifikasi dalam penelitian ini, studi komparatif dapat dilakukan. Membandingkan implementasi program pendidikan oleh LAZISMU di Asahan dan Medan dengan lembaga zakat lain di wilayah atau negara yang berbeda akan sangat berguna. Ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mendukung atau menghambat keberhasilan model tersebut, serta merumuskan panduan praktik terbaik untuk replikasi atau adaptasi di masa depan, terutama dalam integrasi bantuan materi dan pembinaan spiritual. Pendekatan ini akan memperluas cakupan pemahaman kita tentang bagaimana filantropi Islam dapat menjadi kekuatan transformatif yang lebih merata.

Read online
File size228.41 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test