UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Jurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan SyariahJurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etos kerja berpengaruh pada kesejahteraan mustahik, mengetahui pendampingan berpengaruh pada kesejahteraan mustahik, etos kerja dan pendampingan secara bersama-sama mempengaruhi kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif, faktor yang paling dominan mempengaruhi kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif, dan mengetahui seberapa besar pengaruh etos kerja dan pendampingan terhadap mempengaruhi kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan Teknik Partial Least Square (PLS) yaitu Uji Outer Loading, Uji Inner Loading. Hasil penelitian ini Pertama, Etos kerja berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan mustahik. Kedua, Pendampingan Tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan mustahik. Ketiga, Etos Kerja (X1) dan Pendampingan (X2) tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan mustahik mustahik (Y). Ke empat, Pendampingan usaha tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mustahik, tetapi etos kerja memberikan dampak yang signifikan, Kelima, Etos kerja yang tinggi adalah komponen penting dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik Namun, ada beberapa jenis pendampingan tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mustahik. Dengan estimasi pengaruh etos kerja sekitar 35%, sedangkan untuk pendampingan adalah < 5% dan sisa 60% lainnya di pengaruhi oleh variabel diluar penelitian.

Etos kerja berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan mustahik, sedangkan pendampingan tidak berpengaruh signifikan.Faktor yang paling dominan memengaruhi kesejahteraan mustahik adalah etos kerja, bukan pendampingan.Sekitar 35% kesejahteraan mustahik dijelaskan oleh etos kerja, sementara 65% lainnya dipengaruhi oleh faktor di luar penelitian.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji jenis pendampingan apa yang paling sesuai dengan karakteristik mustahik di daerah tertentu, apakah pelatihan keterampilan teknis, pendampingan bisnis mingguan, atau pendampingan berbasis komunitas, agar dapat diketahui bentuk pendampingan yang benar-benar efektif. Kedua, penting untuk meneliti faktor-faktor non-ekonomi seperti motivasi intrinsik, dukungan sosial keluarga, atau akses terhadap jaringan pasar, yang mungkin menjadi variabel dominan di luar etos kerja yang memengaruhi kesejahteraan mustahik. Ketiga, perlu dikaji bagaimana program zakat produktif dapat dirancang untuk membangun etos kerja sejak awal, misalnya melalui pelatihan berjenjang atau sistem reward, sehingga penerima zakat tidak hanya mendapat modal, tetapi juga dibentuk mental kewirausahaannya secara sistematis. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan bahwa etos kerja lebih berdampak daripada pendampingan, dengan mencari cara untuk memperkuat faktor yang berdampak dan memperbaiki pendekatan yang kurang efektif. Selain itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang konteks lokal dan faktor psikososial dapat membantu merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Fokus pada pembentukan karakter dan pemberdayaan mandiri akan membuat program zakat lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan penelitian seperti ini, lembaga zakat dapat beralih dari model bantuan ke model pemberdayaan yang benar-benar mengubah mustahik menjadi muzakki.

Read online
File size906.42 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test