POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI

Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik (vape) semakin meningkat di kalangan remaja, termasuk pelajar SMA. Rokok elektrik sering dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional, padahal tetap mengandung zat berbahaya seperti nikotin dan formaldehid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang memengaruhi perilaku merokok elektrik pada siswa SMA Negeri se-Kota Jambi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini melibatkan 96 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil: Sebanyak 68,9% siswa memiliki perilaku menggunakan rokok elektrik. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat merokok konvensional (p=0,000), persepsi (p=0,002), aksesibilitas (p=0,019), uang saku (p=0,005), dan paparan media (p=0,004) dengan perilaku penggunaan rokok elektrik. Namun tidak terdapat hubungan antara pengaruh orang tua (p=0,966), guru (p=0,179), dan teman sebaya (p=0,219). Kesimpulan: Faktor predisposisi dan pendukung seperti riwayat merokok, persepsi, dan aksesibilitas berperan penting terhadap perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja. Diperlukan edukasi, pengawasan keluarga, dan regulasi akses terhadap rokok elektrik.

Faktor predisposisi dan pendukung seperti riwayat merokok, persepsi, dan aksesibilitas berperan penting terhadap perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja.Diperlukan edukasi, pengawasan keluarga, dan regulasi akses terhadap rokok elektrik untuk mengurangi prevalensi penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja.Upaya pencegahan perlu difokuskan pada peningkatan kesadaran akan bahaya rokok elektrik dan pembatasan aksesibilitas bagi remaja.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor psikososial yang lebih mendalam yang memengaruhi perilaku merokok elektrik pada siswa, seperti pengaruh teman sebaya, tekanan sosial, dan citra diri. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan perilaku merokok elektrik pada siswa dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi transisi dari tidak merokok ke merokok elektrik. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi dan pencegahan yang dirancang untuk mengurangi perilaku merokok elektrik pada siswa, dengan melibatkan partisipasi aktif dari orang tua, guru, dan lingkungan sekolah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang determinan perilaku merokok elektrik pada remaja, serta mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size413.3 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test