POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)

Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor dua adalah menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif bebas dari kelaparan. Data SDGs Angka Kematian Anak menurut pembangunan berkelanjutan (SDGs), Balita stunting mengalami penurunan dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% tahun 2022 namun, terdapat kesenjangan diberbagai provinsi dan belumnya tercapainya target yang ditetapkan. Stunting ditandai dengan nilai Z-score kurang dari -2 SD (sedang) dan kurang dari -3 SD (berat), penghambat terjadinya tujuan tersebut disebabkan rata-rata balita mengalami kurang gizi yang menjadi faktor penyebab stunting [1]. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi ibu menggunakan Health Belief Model (HBM) mengenai pemberian ASI eksklusif dalam pencegahan stunting. Metode penelitian adalah analitik, menggunakan desain cross-sectional dengan uji Chi-Square untuk menganalisis pengaruh antara variabel. Populasi terdiri dari seluruh ibu dengan balita, dengan total 149 kunjungan yang tercatat dalam setahun. Sebanyak 60 ibu berpartisipasi dalam penelitian ini. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan informasi sekunder diperoleh melalui wawancara. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia 31-40 tahun (66,7%), memiliki pendidikan SMA (66,7%), dan sebagian besar adalah ibu rumah tangga (91,7%). Analisis statistik mengungkapkan hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan (p = 0,009) dan persepsi keparahan (p = 0,024) dengan praktik pemberian ASI eksklusif sebagai strategi pencegahan stunting.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi ibu yang dibangun berdasarkan kerangka Health Belief Model (HBM) memiliki pengaruh yang bermakna terhadap praktik pemberian ASI eksklusif sebagai salah satu upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru, Kota Medan.Dimensi persepsi ibu yang meliputi kerentanan, tingkat keparahan, serta manfaat terbukti berhubungan secara signifikan secara statistik dengan pelaksanaan ASI eksklusif (p < 0,05).Ibu yang memiliki persepsi kerentanan pada tingkat sedang cenderung lebih konsisten dalam menerapkan pemberian ASI eksklusif.Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pemahaman dan pembentukan keyakinan ibu melalui edukasi kesehatan yang sistematis dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan cakupan ASI eksklusif serta mendukung pencegahan stunting.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan intervensi edukasi yang sistematis dan berkelanjutan bagi ibu-ibu, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keyakinan mereka tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian yang mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi praktik ASI eksklusif, seperti dukungan sosial dan kebijakan di tempat kerja, agar pemahaman tentang pencegahan stunting menjadi lebih menyeluruh. Terakhir, penelitian mendatang dapat mempertimbangkan pendekatan Health Belief Model dalam kegiatan promosi dan edukasi ASI eksklusif, serta melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar untuk mengurangi hambatan yang dirasakan ibu dalam menerapkan praktik ini.

  1. Mothers’ Perceptions Based on the Health Belief Model Regarding Exclusive Breastfeeding and Stunting... doi.org/10.36086/maternalandchild.v5i2.3742MothersAo Perceptions Based on the Health Belief Model Regarding Exclusive Breastfeeding and Stunting doi 10 36086 maternalandchild v5i2 3742
Read online
File size358.95 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test