UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Manajemen limbah masker yang tidak tepat selama pandemi COVID‑19 menimbulkan risiko penularan virus dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan praktik pengelolaan limbah masker di kalangan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana. Survei deskriptif kuantitatif dilakukan pada 322 mahasiswa yang dipilih secara stratifikasi acak dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan 51,9 % mahasiswa mempraktikkan pengelolaan limbah masker yang baik, didukung oleh 91,9 % memiliki pengetahuan baik dan 86,3 % sikap positif. Mahasiswa dengan pengetahuan dan sikap lebih baik cenderung mengelola limbah masker secara tepat. Disarankan fakultas menyediakan wadah khusus limbah masker dan bahan disinfektan untuk mendukung perilaku pembuangan yang tepat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap memengaruhi praktik pengelolaan limbah masker yang baik.Mahasiswa dengan tingkat pengetahuan tinggi dan sikap positif cenderung mematuhi prosedur yang direkomendasikan, termasuk pengumpulan, disinfeksi, penyebaran, pembuangan yang tepat, dan pencucian tangan.Namun, hambatan implementasi masih ada, seperti fasilitas terbatas dan ketidakhadiran disinfektan, yang memengaruhi perilaku beberapa mahasiswa.Fakultas disarankan menyediakan wadah khusus limbah masker dan disinfektan di kampus, serta meningkatkan pendidikan berkelanjutan untuk memperkuat pengetahuan dan sikap agar pengelolaan limbah masker dapat dilakukan secara konsisten dan benar.Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menilai program pengelolaan limbah masker menggunakan desain kuantitatif atau kualitatif analitis dengan populasi yang lebih besar guna mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis pengetahuan dan sikap.

Penelitian selanjutnya dapat menanyakan bagaimana persepsi pandemi memengaruhi kebiasaan pembuangan masker di kalangan mahasiswa, serta menilai efektivitas program pelatihan terpadu yang menggabungkan simulasi pembuangan masker dan diskusi motivasional; selanjutnya, studi longitudinal dapat mengamati perubahan perilaku mahasiswa setelah penerapan fasilitas wadah khusus dan kebijakan disinfektan rutin, guna menilai dampak jangka panjang; akhirnya, penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat mendalami faktor emosional dan sosial yang menunda atau mempercepat adopsi praktik pembuangan masker, sehingga rekomendasi kebijakan dapat lebih terarah dan manusiawi.

Read online
File size390.51 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test