NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE
Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive HealthGriya Widya: Journal of Sexual and Reproductive HealthLatar belakang: Rekurensi lesi pra-kanker serviks tetap menjadi tantangan klinis utama dalam mencegah perkembangan menjadi kanker invasif dan mencapai remisi jangka panjang. Infeksi persisten dengan human papillomavirus (HPV) berisiko tinggi, terutama subtipe 16, sangat terkait dengan rekurensi, terutama pada wanita di bawah 40 tahun.. Metode: Tinjauan naratif ini menganalisis literatur terbaru yang berfokus pada penentu utama rekurensi setelah pengobatan lesi pra-kanker serviks, termasuk faktor viral, bedah, dan imunologis.. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa eksisi bedah yang tidak lengkap secara signifikan meningkatkan risiko rekurensi. Jenis prosedur bedah juga memengaruhi hasil, dengan konisasi pisau dingin dan laser dikaitkan dengan tingkat rekurensi yang lebih rendah daripada LLETZ. Vaksinasi HPV pasca-perawatan ditemukan mengurangi rekurensi dengan meningkatkan kekebalan terhadap reinfeksi.. Implikasi: Temuan ini menyoroti pentingnya pemilihan pengobatan yang individual, eksisi lesi yang lengkap, dan penggunaan vaksinasi HPV sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk meminimalkan rekurensi dan meningkatkan hasil jangka panjang.. Kebaruan: Tinjauan ini memberikan gambaran terpadu tentang faktor-faktor viral, bedah, dan imunologis yang memengaruhi rekurensi lesi serviks, yang menekankan pentingnya menggabungkan teknik bedah yang optimal dengan imunisasi preventif.
Rekurensi lesi pra-kanker serviks dipengaruhi oleh infeksi HPV berisiko tinggi yang persisten, kecukupan bedah, dan vaksinasi pasca-perawatan.Infeksi HPV-16 yang persisten secara signifikan meningkatkan risiko rekurensi, terutama pada wanita di bawah 40 tahun karena faktor imun dan hormonal.Teknik bedah seperti konisasi pisau dingin dan laser menawarkan hasil yang lebih baik dibandingkan LLETZ, dengan margin bedah positif yang sangat terkait dengan rekurensi.Vaksinasi HPV pasca-perawatan telah menunjukkan efektivitas yang substansial dalam mengurangi tingkat rekurensi dengan meningkatkan pertahanan imun terhadap reinfeksi.
Berdasarkan tinjauan ini, beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan muncul. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi biomarker prediktif yang dapat membantu mengidentifikasi wanita dengan risiko tinggi rekurensi setelah pengobatan lesi pra-kanker serviks. Biomarker ini dapat mencakup penanda imunologis, profil genetik, atau faktor klinis yang dapat digunakan untuk memandu keputusan pengobatan dan strategi pemantauan. Kedua, penelitian harus mengeksplorasi potensi terapi imunomodulator untuk meningkatkan respons imun terhadap HPV dan mencegah rekurensi. Terapi ini dapat mencakup imunoterapi berbasis sel, vaksin terapeutik, atau agen yang menargetkan jalur imun spesifik yang terlibat dalam kontrol HPV. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas strategi vaksinasi yang berbeda, seperti vaksinasi booster atau vaksin yang menargetkan subtipe HPV tambahan, dalam mencegah rekurensi pada wanita yang telah menjalani pengobatan lesi pra-kanker serviks. Penelitian ini harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, status imun, dan riwayat vaksinasi sebelumnya untuk mengoptimalkan strategi vaksinasi untuk populasi yang berbeda. Dengan mengatasi area penelitian ini, kita dapat lebih meningkatkan pencegahan dan pengelolaan lesi pra-kanker serviks dan mengurangi beban global penyakit ini.
| File size | 467.56 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES PALUPOLTEKKES PALU Intervensi pendidikan seperti konseling efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang penyebab, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Penelitian selanjutnyaIntervensi pendidikan seperti konseling efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang penyebab, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Penelitian selanjutnya
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuanData dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan
HUSADAGEMILANGHUSADAGEMILANG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan mengenai anemia terhadap tingkat pengetahuan remaja putri kelas X di SMAN Tuah Gemilang,Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan mengenai anemia terhadap tingkat pengetahuan remaja putri kelas X di SMAN Tuah Gemilang,
UNARUNAR Penelitian ini menyimpulkan bahwa tenaga kesehatan di wilayah tidak hanya berperan sebagai pemberi layanan medis, tetapi juga sebagai mediator budaya yangPenelitian ini menyimpulkan bahwa tenaga kesehatan di wilayah tidak hanya berperan sebagai pemberi layanan medis, tetapi juga sebagai mediator budaya yang
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Metode: Penelitian dilaksanakan di RSI Sunan Kudus menggunakan jenis rancangan dalam penelitian ini adalah Quasy-eksperimental dengan Desain penelitianMetode: Penelitian dilaksanakan di RSI Sunan Kudus menggunakan jenis rancangan dalam penelitian ini adalah Quasy-eksperimental dengan Desain penelitian
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Analisa data dilakukan dengan univariat dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan data sebagianAnalisa data dilakukan dengan univariat dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan data sebagian
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Selain itu, terbentuk kelompok remaja putri anti anemia setelah dilakukan skrining kadar hemoglobin dan penerapan aplikasi Healthy Beauty. Kegiatan iniSelain itu, terbentuk kelompok remaja putri anti anemia setelah dilakukan skrining kadar hemoglobin dan penerapan aplikasi Healthy Beauty. Kegiatan ini
UNIBAUNIBA Saat ini kebutuhan remaja untuk mendapatkan informasi pendidikan dan pelayanan informasi masih belum dapat dipenuhi dengan cukup baik. Sehingga diperlukanSaat ini kebutuhan remaja untuk mendapatkan informasi pendidikan dan pelayanan informasi masih belum dapat dipenuhi dengan cukup baik. Sehingga diperlukan
Useful /
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL The objective of this study is to identify, analyze, and explain the types of fintech technology, financial education and literacy, ease of access andThe objective of this study is to identify, analyze, and explain the types of fintech technology, financial education and literacy, ease of access and
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Salah satu pendekatan utama untuk meminimalkan dampak ini adalah dengan menerapkan konsep kapasitas sosial sebagai kerangka untuk mengendalikan dampakSalah satu pendekatan utama untuk meminimalkan dampak ini adalah dengan menerapkan konsep kapasitas sosial sebagai kerangka untuk mengendalikan dampak
UNARUNAR Bencana banjir sering kali meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular di daerah terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensiBencana banjir sering kali meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular di daerah terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi
UNPABUNPAB Analisis keputusan dilakukan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) terhadap 18 jenis infrastruktur BGC. Hasilnya permeable pavement, rain garden,Analisis keputusan dilakukan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) terhadap 18 jenis infrastruktur BGC. Hasilnya permeable pavement, rain garden,